Dengan pengelolaan agroforestri yang baik, Indonesia berpeluang menjadi pusat konservasi sekaligus produsen utama durian dunia.
Ragam Olahan Durian
Selain dimakan segar, durian bisa diolah menjadi berbagai hidangan lezat.
Di Sumatera, durian difermentasi menjadi tempoyak yang digunakan sebagai sambal atau bumbu masakan khas Melayu.
Durian juga diolah menjadi berbagai hidangan manis, seperti es krim, pancake, brownies, dan dodol.
Di Thailand, durian sering diolah menjadi keripik, sementara di Malaysia dikenal lempuk yang lengket manis.
BACA JUGA: Imbas Demo Ojol, BNI Tutup Sementara 4 Kantor Cabang di Jakarta
Kulit durian dapat dimanfaatkan untuk membuat teh herbal, meski rasanya cenderung pahit
Ada pula wine dan koktail berbahan durian, meskipun penggabungan dengan alkohol tetap tidak disarankan.
Pantangan dan Bahaya
Walaupun aman jika dikonsumsi secukupnya, durian tetap berisiko jika dimakan dalam jumlah berlebihan.
Biji mentahnya mengandung saponin dan tannin yang beracun.
Tingginya kalori dapat memicu kenaikan gula darah maupun tekanan darah.
Mereka yang memiliki gangguan ginjal, hati atau jantung disarankan membatasi konsumsi durian.
Mengonsumsi durian bersamaan dengan alkohol berisiko tinggi karena senyawa sulfur dalam buah ini dapat menghambat enzim pemecah alkohol, yang berpotensi menimbulkan mual dan jantung berdebar.
BACA JUGA: 10 Game Penghasil Saldo DANA Tercepat 2025 yang Terpercaya
Sementara itu, durian yang berbau asam atau dagingnya berubah warna menandakan kemungkinan fermentasi berlebihan atau kontaminasi.
Beberapa varietas langka seperti durian merah (Durio graveolens) berpotensi memicu alergi.