Momen Menggetarkan di Gua Hira: Kisah Turunnya Al-Qur’an di Bulan Ramadhan

Momen Menggetarkan di Gua Hira: Kisah Turunnya Al-Qur’an di Bulan Ramadhan

Peristiwa nuzulul quran di bulan Ramadhan.-Istimewa -

RADARTASIK.COM - Sejarah turunnya wahyu pertama Alquran menjadi salah satu peristiwa paling penting dalam perjalanan Islam yang dimulai dari kesunyian Gua Hira di dekat Kota Mekah.

Di tempat yang jauh dari keramaian itu, Nabi Muhammad SAW sering menghabiskan waktu untuk merenung dan memikirkan kondisi masyarakat serta hakikat kebenaran hidup.

Kebiasaan berkhalwat di Gua Hira sudah dilakukan sejak lama bahkan sebelum beliau diangkat menjadi Rasul.

Setiap bulan Ramadhan, Nabi Muhammad SAW membawa bekal sederhana dan berdiam diri di sana untuk beribadah serta menjauh dari hiruk pikuk kehidupan kota.

Kesunyian tempat tersebut memberi ruang bagi beliau untuk berdoa, merenung, dan mencari petunjuk dari Allah SWT.

Situasi spiritual inilah yang kemudian menjadi awal dari peristiwa nuzulul quran di bulan Ramadhan yang kelak mengubah arah sejarah umat manusia. 

BACA JUGA:Terungkap dari Sisi Medis, Manfaat Puasa Ramadhan untuk Tubuh dan Otak

Pada malam 17 Ramadhan tahun 610 M, sebuah kejadian luar biasa terjadi ketika wahyu pertama turun kepada Nabi Muhammad SAW.

Saat itu malaikat jibril menyampaikan wahyu dengan datang secara langsung kepada Nabi Muhammad SAW di dalam Gua Hira.

Malaikat Jibril berkata, "Bacalah!" namun Nabi Muhammad menjawab bahwa dirinya tidak bisa membaca.

Perintah itu diulang hingga tiga kali dan setiap kali malaikat Jibril memeluk Nabi Muhammad dengan sangat kuat.

Setelah itu malaikat Jibril membacakan ayat pertama hingga kelima dari Surah Al-Alaq yang menjadi wahyu pertama dalam Islam.

Ayat tersebut berbunyi: "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qalam (pena). Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya." 

BACA JUGA:Mengapa I’tikaf 10 Hari Terakhir Ramadhan Begitu Istimewa? Ini Penjelasan dan Hikmahnya

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait