Airlangga Hartarto: Pemerintah Dorong Green Sukuk

Rabu 21-09-2022,22:41 WIB
Editor : Agustiana

radartasik.com - Strategi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan telah diwujudkan dalam berbagai upaya Pemerintah yang diantaranya melalui komitmen mencapai net-zero emissions  di tahun 2060 atau lebih cepat.

Lewat hal tersebut, ekonomi hijau dapat diharapkan menjadi  mainstream  dari kebijakan Pemerintah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa energi alternatif atau  renewable energy memiliki  cost competitive  yang setara sekaligus dapat menjaga  baseload  yang diperlukan dalam pertumbuhan ekonomi.

BACA JUGA:5 Oknum Suporter Persib Diamankan Polisi Lantaran Hendak Cegat Rombongan JakMania

Hal tersebut disampaikan secara virtual oleh Menko Airlangga dalam acara The Cooler Earth Sustainability Summit 2022 yang diselenggarakan oleh CIMB Niaga, Rabu 21 September 2022 my.

Pembiayaan hijau juga berperan penting dalam mendukung transformasi ekonomi hijau di Indonesia.

Terkait pembiayaan hijau tersebut, Menko Airlangga menjelaskan bahwa Pemerintah mendorong berbagai instrumen antara lain  Green Sukuk  dan juga beberapa pemanfaatan dari  refinancing Green Sukuk  dengan pengembangan pembangunan fasilitas dan infrastruktur energi terbarukan seperti pembangkit listrik tenaga surya, mikrohidro dan minihidro.

BACA JUGA:BBWS Ungkap Penyebab Meluapnya Sungai Citanduy dan Jebolnya Tanggul Inlet di Bendungan Leuwikeris

“Instrumen alternatif seperti  blended finance  juga disiapkan, terutama skema pembiayaan dengan menampung dana dari filantropi atau swasta serta dari berbagai lembaga pengelola dana multinasional ataupun perencanaan seperti ADB atau World Bank. Badan Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup juga telah didirikan untuk membantu pembiayaan pada program ekonomi hijau,” jelas Menko Airlangga.

Lebih lanjut, Menko Airlangga juga menjelaskan bahwa beberapa program EBT di Indonesia dibantu dari pembiayaan lembaga-lembaga yang berbentuk Development Finance Institution  (DFI) dan  Export Credit Agency  (ECA).

BACA JUGA:RUU Sisdiknas Ditolak Masuk Prolegnas Prioritas Perubahan 2022, Pemerintah Diminta Selesaikan Dulu Masalahnya

Sebagai informasi, diperkirakan Indonesia membutuhkan investasi hingga tahun 2060 sebesar 77.000 triliun rupiah untuk mencapai berbagai target mencapai  net-zero emmissions  di tahun 2060.

Menko Airlangga menyampaikan bahwa koordinasi dan integrasi menjadi penting dalam melakukan transformasi ekonomi hijau karena transformasi tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh stakeholder.

“Negara-negara lain tengah berlomba untuk mempercepat transisi menuju ekonomi hijau, termasuk Indonesia. Ke depan, pangsa bahan bakar fosil akan berkurang dan energi bersih akan meningkat. Tentunya ini akan kita dorong untuk memperbaiki bauran energi,” pungkas Menko Airlangga. (ltg/fsr)

Kategori :