BNPB Dorong Resiliensi Berkelanjutan Jadi Strategi Hadapi Risiko Bencana dan Perubahan Iklim

BNPB Dorong Resiliensi Berkelanjutan Jadi Strategi Hadapi Risiko Bencana dan Perubahan Iklim

BNPB mendorong penguatan resiliensi masyarakat melalui kolaborasi menghadapi bencana dan perubahan iklim.-Infopublik.id -

RADARTASIK.COM - BNPB mendorong pendekatan Resiliensi Berkelanjutan untuk memperkuat kemampuan masyarakat dan daerah menghadapi bencana, perubahan iklim, serta tantangan pembangunan.

Dilansir dari laman Infopublik.id, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati menyampaikan hal tersebut dalam Seminar Nasional Keterpaduan Operasionalisasi Resiliensi Berkelanjutan di Tingkat Lokal di Yogyakarta.

Seminar tersebut menjadi bagian dari rangkaian Road to the 3rd Global Forum for Sustainable Resilience (GFSR) 2026 dengan dukungan Pemerintah Australia melalui program Siap Siaga.

Forum itu mempertemukan pemerintah, akademisi, komunitas, dunia usaha, masyarakat sipil, media, dan mitra pembangunan.

Raditya mengatakan konsep resiliensi harus diwujudkan dalam program yang terhubung dan menghasilkan manfaat langsung bagi masyarakat.

BACA JUGA:Mentan Amran Siapkan Aturan Baru agar Buruh Tani Bisa Dapat Bantuan Alsintan

“Resiliensi Berkelanjutan harus kita bawa dari konsep menjadi praktik. Ukurannya bukan hanya berapa banyak program yang kita miliki, tetapi sejauh mana berbagai program tersebut saling terhubung, saling memperkuat, dan pada akhirnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Raditya dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, Sustainable Resilience diperlukan agar pembangunan tetap mampu menghadapi risiko sekaligus mempertahankan manfaatnya dalam jangka panjang.

Pendekatan tersebut menempatkan masyarakat dan kondisi lokal sebagai bagian utama dalam penguatan ketahanan.

Raditya menilai persoalan utama saat ini masih terletak pada belum terhubungnya sejumlah program pembangunan, adaptasi iklim, dan pengurangan risiko bencana.

Kondisi itu terlihat dari kebijakan, data, indikator, pembiayaan, hingga kelembagaan yang belum sepenuhnya berada dalam satu sistem.

Karena itu, pemerintah dinilai tidak harus selalu membuat program baru, tetapi perlu menghubungkan berbagai inisiatif yang sudah berjalan.

BACA JUGA:150 Ribu Lulusan Perguruan Tinggi Dapat Kesempatan Magang Nasional 2026

Yogyakarta Jadi Contoh Penguatan Resiliensi Lokal

Yogyakarta dinilai memiliki pengalaman penting dalam membangun ketangguhan masyarakat dari tingkat lokal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: