3.000 Siswa PAUD Ikut Lomba Kreativitas di Mayasari Plaza

Jumat 27-05-2022,07:40 WIB
Editor : Andriansyah

RADARTASIK, TASIKMALAYA - Golden age atau periode emas merupakan masa kehidupan anak yang paling penting dalam tahapan pertumbuhan dan perkembangan otak dan fisik agar lebih maksimal.

Untuk itu, masa golden age tersebut perlu perhatian dan diketahui bagi orang tua, pengajar, maupun pengasuh yang berinteraksi langsung dengan anak.

Terlebih sekarang, pada masa adaptasi kebiasaan baru selama pandemi Covid-19 agar tidak terjadi learning loss atau berkurangnya pengetahuan dan keterampilan secara akademisnya. 

Hal tersebut disampaikan Kepala Taman Kanak-kanak (TK) Aisyiyah 6 Kecamatan Indihiang Dwi Purnamasari Hidayah SPd kepada Radar, Senin (23/5/2022).

Kata Dwi, pendidikan pada usia dini penting melakukan adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi, dengan terus menggali pembelajaran yang memicu kreativitas, kemandirian, dan akhlak mulia. Tentunya agar tidak ada anak learning loss, sehingga target Indonesia Emas pada 2045 tercapai. 

BACA JUGA: Jabar Siap Bantu Penerjemahan Kitab Babad Padjadjaran

“Masa golden age pada anak penting diperhatikan, karena mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Untuk itu, jangan sampai pada masa keemasan terjadi learning loss,” katanya. 

Untuk itu, dia juga menjadi Ketua Pelaksana Lomba Kreativitas Anak TK se-Kota Tasikmalaya di Mayasari Plaza Tasikmalaya, 23-28 Mei 2022.

Pelaksanaan lomba tersebut merupakan salah satu antisipasi learning loss, sehingga siswa dapat berkreativitas dan mau bersosialisasi. 

“Lomba kreativitas pernah vakum dua tahun karena pandemi Covid-19. Kini Alhamdulillah bisa dilaksanakan, harapannya mampu menggali potensi dan prestasi sejak dini. Selain itu terwujud tunas insan pelajar yang berprestasi, cakap, kreatif, mandiri dan berakhlak mulia,” ujarnya.

Lanjutnya, lomba Kreativitas Anak TK ini diikuti sekitar 94 lembaga, dengan jumlah seluruhnya mencapai 3.000 peserta anak usia dini.

Sedangkan untuk perlombaannya yakni 3M (menggunting, mewarnai, dan membentuk kreatif) dan Musabaqah Hifzil Qur’an (MHQ). 

“Untuk penilaiannya 3M dilihat dari kreativitas meng­gambar, gradasi warna atau keharmonisan warna, kerapian dari hasil.  Sedangkan untuk MHQ yakni makharijul huruf, adab, tajwid dan kejelasan anak membawa surat pendek yang sering diajarkan,” katanya.

BACA JUGA: Ridwan Kamil Ajak Pemuda Yogyakarta Optimistis

Menambahkan, Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kota Tasikmalaya Dede Sapariyah SPd MPd menjelaskan, pelaksanaan lomba kreativitas ini tetap menjaga protokol kesehatan.

Kategori :