Wow, Elon Musk Beli Twitter Rp634 Triliun Janjikan Kebebasan Berbicara dan Berbagai Fitur Baru

Wow, Elon Musk Beli Twitter Rp634 Triliun Janjikan Kebebasan  Berbicara dan Berbagai Fitur Baru

Radartasik, AMERIKA – Salah seorang terkaya dunia sekaligus bos perusahaan Tesla, Elon Musk akhirnya berhasil menguasai seluruh saham platform media sosial Twitter. Hal itu setelah tercapainya kesepakatan antara Musk dengan dewan perushaan dan para pemegang untuk membeli Twitter dengan harga USD 44 miliar atau sekitar Rp 634 triliun.

Dikutip dari Antara dari sumber Associated Press, pada Selasa (26/04/2022), Musk menjanjikan sentuhan yang lebih lunak untuk mengawasi konten di platform media sosial yang baru dibelinya tersebut. Ia juga mempromosikan minatnya akan kebebasan berbicara dan kritik tentang berbagai masalah di platform tersebut.

BACA JUGA:Pendiri Tesla Elon Musk Resmi Masuk Jajaran Direksi Twitter Hingga 2024

Musk juga mengatakan, dirinya ingin membuat Twitter menjadi layanan “lebih baik dari sebelumnya” dengan fitur-fitur baru sambil menyingkirkan akun spam otomatis atau bot dan membuat algoritmanya menjadi lebih terbuka untuk umum dan meningkatkan kepercayaan.

“Kebebasan berbicara adalah landasan demokrasi yang berfungsi, dan Twitter adalah ‘alun-alun kota’ digital, tempat hal-hal penting bagi masa depan umat manusia diperdebatkan,” kata Musk.

Pendekatan yang lebih lepas tangan terhadap moderasi konten yang dibayangkan Musk membuat banyak pengguna khawatir bahwa platform tersebut akan menjadi lebih banyak surga bagi disinformasi, ujaran kebencian, dan intimidasi — yang dalam beberapa tahun terakhir tengah diusahakan untuk diperangi.

BACA JUGA:Harga Saham Twitter Pecahkan Rekor Setelah Pembelian 3 Miliar Oleh Elon Musk

Adapun kesepakatan terkait pembelian Twitter itu dikonfirmasi kira-kira dua pekan setelah untuk kali pertama Musk mengungkapkan 9 persen sahamnya di platform.

Pekan lalu, Musk menyatakan bahwa dia telah menganggarkan USD 46,5 miliar dalam pembiayaan untuk membeli Twitter. Memberi tekanan pada dewan perusahaan untuk menegosiasikan kesepakatan.

Sementara itu, Twitter mengatakan, transaksi itu telah disetujui dengan suara bulat oleh dewan direksi dan diperkirakan akan ditutup pada 2022. Sambil menunggu persetujuan peraturan dan persetujuan pemegang saham.

Saham Twitter Inc. naik lebih dari 5 persen pada Senin (25/04/2022) menjadi USD 51,70 per saham. Pada 14 April, Musk mengumumkan tawaran untuk membeli Twitter seharga USD 54,20 per saham.

BACA JUGA:Usai Tantang Presiden Rusia Vladimir Putin, Elon Musk Ganti Nama Akun Twitternya

Musk telah menggambarkan dirinya sebagai seorang “absolut kebebasan berbicara” tetapi juga dikenal karena memblokir atau meremehkan pengguna Twitter lain yang mempertanyakan atau tidak setuju dengannya.

Dalam beberapa pekan terakhir, dia telah mengusulkan pelonggaran pembatasan konten Twitter. Seperti aturan yang menangguhkan akun mantan Presiden Donald Trump, sambil membersihkan platform akun “spambot” palsu, dan mengalihkan iklan sebagai model pendapatan utamanya.

Musk yakin dia dapat meningkatkan pendapatan melalui langganan yang memberikan pengalaman yang lebih baik kepada pelanggan yang membayar. Bahkan adanya kemungkinan versi Twitter yang bebas iklan.

BACA JUGA:Polisi Gerebek Rumah Dijadikan Gudang Petasan di Jalan Babakan Selakaso

Setelah kesepakatan diumumkan, Asosiasi Nasional untuk Kemajuan Orang Kulit Berwarna AS (NAACP) merilis pernyataan yang mendesak Musk untuk tidak mengizinkan Trump, presiden ke-45, kembali ke platform.

“Jangan biarkan ia (Trump) kembali ke platform. Jangan biarkan Twitter menjadi cawan petri untuk ujaran kebencian atau kebohongan yang merusak demokrasi kita,” kata organisasi hak-hak sipil tersebut dalam sebuah pernyataan.

Baik sebagai kandidat maupun presiden, Trump menjadikan Twitter sebagai megafon yang kuat untuk berbicara langsung kepada publik. Sering kali menggunakan bahasa yang menghasut dan memecah belah pada isu-isu hangat. Dia secara permanen dilarang dari layanan setelah penyerbuan 6 Januari di Capitol.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: