Situ Gede Kota Tasikmalaya Diterjang Banjir, Banyak Korban Berjatuhan, Semua hanya Simulasi Water Rescue

Situ Gede Kota Tasikmalaya Diterjang Banjir, Banyak Korban Berjatuhan, Semua hanya Simulasi Water Rescue

Simulasi penanganan korban bencana banjir di Situ Gede Kota Tasikmalaya yang dilakukan tim gabungan, Rabu 8 Mei 2024. rezza rizaldi / radartasik.com--

TASIKMALAYA, RADARTASIK.COM - Suasana Situ Gede Kota Tasikmalaya mendadak mencekam dan diramaikan dengan raungan sirine mobil ambulans, Rabu 8 Mei 2024 pagi. 

Pasalnya, bencana banjir menggenangi perkampungan di Situ Gede. Banyak korban berjatuhan. Petugas gabungan langsung bergerak menggunakan peraju karet.

Mereka bergegas menyelamatkan warga yang menjadi korban banjir di Situ Gede. Itu semua ternyata hanya simulasi penanganan kebencanaan. 

Simulasi ini dilakukan BPBD Kota Tasikmalaya bersama tim gabungan dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2024.

BACA JUGA:Pilkada 2024 Kota Tasikmalaya, Final Pasangan Muhammad Yusuf Bakal Lewati Survei 3 Kali, kenapa?

Kalak BPBD dan Damkar Kota Tasikmalaya, Ucu Anwar mengatakan, wilayahnya saat ini masih siaga darurat hidrometrologi yang lebih banyak didominasi oleh itensitas hujan yang sangat tinggi.

"Kita sudah mensimulasikan vertical rescue, pertolongan dari ketinggian tertentu. Dan hari ini adalah simulasi water rescue," ujar Ucu.

"Yang jadi domain kita dalam rangka memberikan pencerahan situasi kepada masyarakat dalam rangka prosesi bila terjadi kebencanaan banjir di berbagai wilayah. Dan kita skeneraiokan seperti itu," sambungnya.

Sebenarnya, terang Ucu, potensi bencana banjir tidak ada di wilayah Kota Tasikmalaya. Tapi kemungkinan jika Situ Gede jebol suatu saat harus diantisipasi.

BACA JUGA:Ini Dia Keunggulan Toyota All New Veloz, Mobil Keluarga Masa Kini

"Kalau Situ Gede jebol apa yang harus kita lakukan? Maka salah satu penanganannya adalah bagaimana masyarakat disiapkan dengan tagline siap selamat untuk mengenali bahayanya agar bisa mengurangi resikonya," terangnya.

Langkah awal ketika terjadi bencana banjir, jelas Ucu, harus mengidentifikasi potensi banjir, lalu cari tempat yang memiliki ketinggian tertentu.

"Kemudian selamatkan barang-barang yang memungkinkan didahulukan sperti dokumen dan sebagainya. Kalau di pusat kota hanya ada potensi luapan air saja," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: