Kasus DBD Mulai Meningkat di Kota Tasikmalaya, 8 Pasien Harus Dirawat saat Ramadhan

Kasus DBD Mulai Meningkat di Kota Tasikmalaya, 8 Pasien Harus Dirawat saat Ramadhan

Ilustrasi DBD. Istimewa-tangkapan layar ponsel--

Kasus DBD Mulai Meningkat di Kota Tasikmalaya, 8 Pasien Harus Dirawat saat Ramadhan

TASIKMALAYA, RADARTASIK.COM - Bulan Suci Ramadhan ini masyarakat Kota Tasikmalaya tetap harus waspada terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). 

Nyamuknya saat ini sedang mengalami masa perkembangbiakan dan mengincar darah manusia.

Menurut Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr Asep Hendra, sudah tercatat 235 kasus DBD sejak awal tahun. 

BACA JUGA:Jalan Desa Waringinsari Kota Banjar Terpasang Puluhan Spanduk dan Baliho, Ada Apa?

Saat ini, masih ada 8 orang yang dirawat di beberapa fasilitas kesehatan, termasuk RSUD dan rumah sakit swasta. 

"Ada di RSUD, ada di RS swasta juga. Mereka baru masuk dua sampai tiga hari," katanya, Selasa 19 Maret 2024.

Meskipun belum ada korban meninggal, 8 pasien tersebut diharapkan dapat pulih secepat mungkin. 

Asep mengungkapkan bahwa masih ada kerawanan terkena DBD karena nyamuk membutuhkan darah manusia untuk berkembang biak, terutama saat ini ketika sedang musim perkembangbiakan.

BACA JUGA:Zakat Fitrah Ditetapkan 2,5 Kilogram Beras, Baznas Kota Tasikmalaya Ikuti Keputusan Jawa Barat

"Dan nyamuk membutuhkan darah manusia untuk berkembang biak, di situ ada kerawanan terserang DBD," terangnya.

Banyak masyarakat masih mengira bahwa fogging adalah cara terbaik untuk mengatasi DBD, padahal pemberantasan sarang nyamuk (PSN) lebih efektif. 

Dari kasus yang ditemukan, banyak rumah yang memiliki genangan air di berbagai tempat seperti tatakan pot bunga, bekas kemasan air mineral, dan lainnya yang jadi tempat ideal bagi nyamuk untuk berkembang biak.

"Dari kasus-kasus yang kita temukan, ternyata di rumahnya banyak air menggenang, dari mulai tatakan pot bunga, air menggenang di bekas kemasan air mineral sampai di bekas ban," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: