Sekolah di Ciamis Gelorakan Pungut Sampah Plastik untuk Sukseskan HPSN

Sekolah di Ciamis Gelorakan Pungut Sampah Plastik untuk Sukseskan HPSN

Jajaran kepala dan guru MI Handapherang Ciamis siap sukseskan HPSN di lingkungan madrasahnya. fatkhur rizqi / radar tasikmalaya--

BACA JUGA:Sudah AMOLED Nokia Zenjutsu Mini 2024 dengan Display yang Smooth dan Spesifikasi yang Memukau Harganya Segini

Ketua Dewan Pengurus Wilayah Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia (HPAI) Kabupaten Ciamis Gingin Jamiul Mubtadin SPdI mengatakan, peringatan HPSN sesuai dengan surat edaran Bupati Ciamis, sekolah yang memiliki program Adiwiyata atau belum diharapkan pada 21 Februari dalam memperingati HPSN.  

Maka diminta untuk melakukan aksi bersih-bersih dan pilah sampah dengan melibatkan guru dan siswa di lingkungan sekolahnya masing-masing. 

"Diharapkan saat pelaksanaan HPSN warga sekolah melakukan bersih-bersih di lingkungannya dan sampah didapat bisa langsung dipilah. Khusus sampah memiliki nilai rupiah dikumpulkan dan dijual ke bank sampah unit atau bank sampah Ciamis," katanya kepada Radar Tasikmalaya, kemarin Senin 19 Februari 2024.

Dengan begitu, sambung ia, HPSN di Kabupaten Ciamis dapat lebih gebyar di lakukan masing-masing sekolah. Arahnya agar sampah plastik terkumpul dapat didaur ulang. Pemanfaatan untuk bungkus kopi sachet untuk taplak meja, tikar, dan botol bekas dapat dijadikan pot bunga. 

BACA JUGA:Diego Simeone: Inter Milan Bermain Sederhana, Membawa Banyak Orang ke Dalam Kotak Penalti

"Mari kita pungut sampah di lingkungan sekolah masing-masing, khususnya yang sudah Adiwiyata. Karena biasanya mereka sudah mau Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS)," ajaknya.

Kepala MI Handapherang Hj Rukmini SAg MPd menuturkan, sekolahnya siap menggiatkan HPSN di lingkungan sekolah bersama warga sekolah lainnya pada 21 Februari 2024. Terlebih madrasahnya saat ini sudah mendapatkan penghargaan Adiwiyata tingkat mandiri tahun 2023. 

"Oleh karenanya dalam HPSN, kita siap dalam penanganan sampah. Itu dengan melibatkan warga sekolah melalui pemungutan sampah setelah kegiatan pembiasan sekolah," tuturnya.

Artinya dengan menjalankan program Adiwiyata di madrasahnya, pihaknya merasakan manfaat banyak sekali. Seperti dapat bisa merubah kepribadian siswa dan warga madrasah lainnya untuk bisa menjaga lingkungan.

BACA JUGA:Dengan Spek Gahar Nokia X50 Pro 5G 2024 Layar yang Sudah AMOLED Dilengkapi Kamera 144MP Harganya Cuma Segini

"Dengan begitu dapat memahami cara menjaga lingkungan dari mulai hal yang terkecil membuang sampah tidak sembarangan, dan melihat sampah diambil untuk dibuang pada tempatnya. Serta mengurangi sampah plastik," jelasnya.

Sebab, hasil madrasahnya mendapatkan Adiwiyata Mandiri ini, konsisten untuk memiliki program Polisi Lingkungan Anti Sampah, siswa itu diberikan rompi. Ditambah melahirkan gerakan pungut lihat sampah (Pulsa).

"Tujuan program itu untuk mengajak diri sendiri dan siswa lainnya untuk berperilaku hidup sehat dan bersih. Sehingga siswa turut andil besar dalam merawat dan menjaga lingkungan madrasah," tukasnya.

Lalu, dalam upaya mengurangi sampah plastik, madrasahnya mewajibkan siswa membawa botol minum dan wadah makanan dari rumah. Selain tidak menimbulkan sampah plastik di madrasahnya, juga lebih bersih dan aman. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: