Merawat Karya Berharga, Disporabudpar Kota Tasikmalaya Latih SDM Payung Geulis

Merawat Karya Berharga, Disporabudpar Kota Tasikmalaya Latih SDM Payung Geulis

Kepala Bidang Pariwisata Disporabudpar Kota Tasikmalaya Tika Mulyatika SSos (kedua, kiri) menghadiri pelatihan pembuatan payung geulis di LKP Motekar II Kawalu, Selasa 6 Februari 2024. fatkhur rizqi / radar tasikmalaya--

Merawat Karya Berharga, Disporabudpar Kota Tasikmalaya Latih SDM Payung Geulis

TASIKMALAYA, RADARTASIK.COM - Minimnya perajin payung geulis di Kota Tasikmalaya dikhawatirkan mengancam keberlangsungan payung geulis yang sudah masuk sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) atau oleh UNESCO. 

Untuk melindungi dan merawat warisan budaya tak benda tersebut, Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Disporabudpar melaksanakan pelatihan pembuatan payung geulis di LKP Motekar II Kawalu, dari Selasa hingga Kamis, 6-8 Februari 2024.

Kepala Bidang Pariwisata Disporabudpar Kota Tasikmalaya Tika Mulyatika SSos mengatakan, pelatihan pembuatan payung geulis ini untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata dan ekonomi kreatif

BACA JUGA:Mochamad Iriawan alias Iwan Bule Berhasil Dongkrak Elektabilitas Partai Gerindra di Wilayah Jabar X

Dengan begitu, masyarakat mampu memiliki keterampilan pembuatan payung geulis yang merupakan karya berharga sebagai warisan budaya tak benda yang perlu dirawat melalui ekonomi kreatif. 

"Kegiatan pelatihan peningkatan SDM untuk pembuatan payung geulis ini merupakan langkah penting dalam melestarikan kerajinan tradisional asli Tasikmalaya," katanya kepada Radar Tasikmalaya, Selasa 6 Februari 2024. 

Sebab, terang dia, dengan adanya pelatihan payung geulis ini juga merupakan merawat karya berharga dari nenek moyang. 

Di sisi lain bisa memberikan dampak positif, baik dalam hal pengembangan budaya, juga peningkatan perekonomian masyarakat.

BACA JUGA:Claudio Ranieri: Melawan AS Roma Mourinho Kami Mencetak Gol, Daniele De Rossi Cocok Menjadi Pelatih

"Pembuatan program ini agar SDM tersedia terlebih dahulu sehingga dapat membuat patung geulis lebih banyak. Sebab ketika ada momentum penting, seperti Hari Jadi Kota Tasikmalaya dapat tersedia," terangnya.

"Selanjutnya ketika hotel, restoran, mal, dan lainnya mengadakan event atau desain ruangan bertema payung geulis bisa terakomodir oleh pengrajin payung geulis," sambungnya.

Dia berharap sebanyak 40 orang yang mengikuti pelatihan pembuatan payung geulis di LKP Motekar II Kawalu, yang dilatih langsung oleh Sanggar Seni Kinanti bisa lebih produktif. 

Seperti ketika ada yang pekerjaan buruh lepas harian, sambil menunggu pekerjaan selanjutnya ada waktu senggang bisa membuat kerangka payung geulis dan dijual ke pengepul seperti di Sanggar Seni Kinanti. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: