Polisi Ciduk 7 Anggota Geng Motor Pengeroyok 2 Pejalan Kaki di Tasikmalaya, Motifnya?

Polisi Ciduk 7 Anggota Geng Motor Pengeroyok 2 Pejalan Kaki di Tasikmalaya, Motifnya?

Ilustrasi aksi geng motor. Istimewa-tangkapan layar ponsel--

BACA JUGA:Thiago Motta Ungkapkan Rahasia Singkirkan Inter Milan dari Coppa Italia: Tenaga Segar dari Bangku Cadangan

Diberitakan sebelumnya, dua pejalan kaki warga Kelurahan Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya menjadi korban aksi brutal geng motor, Minggu 17 Desember 2023 dini hari.

Kedua pelajalan kaki bernama Rian (36) dan Atang (32), warga Kelurahan Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi itu mengalami kekerasan di Jalan Mayor SL Tobing, Kecamatan Mangkubimi, Kota Tasikmalaya pukul 03.30 WIB.

Akibat kejadian tersebut korban Rian mengalami luka di kepala dengan 40 jahitan, serta jari kelingking tangan kiri nyaris putus dengan 13 jahitan. 

Sementara itu, Atang mengalami luka di kepala dengan 10 jaitan usai dipukul menggunakan batu. Keduanya dianiaya geng motor menggunakan botol minuman keras.

BACA JUGA:Kiper Persib Resmi Gabung Persita di Tengah Musim Liga 1? Jawaban Manajemen Persib Dianggap Elegan

Saat ditemui di rumahnya, Atang mengatakan, kejadian ini bermula saat dirinya bersama Rian sedang berjalan kaki usai pulang dari Pasar Cikurubuk. 

Namun, terang dia, tiba-tiba segerombolan geng motor menyerang mereka berdua tanpa basa-basi dan melemparinya dengan batu.

"Mereka langsung melempar batu ke saya, lalu mereka kembali lagi ke arah saya, mereka langsung nyiksa kami berdua," ujar Atang.

"Kalau teman sama dihajar pake botol minuman keras. Kalau saya mah pakai batu dipukul 3 kali. Tanpa basa-basi mereka langsung hajar kami berdua," sambungnya. 

BACA JUGA:CANGGIH! Nokia N73 5G 2023 Harga dan Spesifikasi Lengkap Ponsel Tercanggih di Dunia

Atang menerangkan, para pelaku sempat mengancam mereka dengan mengacungkan senjata tajam (sajam) jenis celurit. 

"Ada yang bawa celurit mengayun-ngayunkannya sampai ngancam tapi enggak kena. Tapi mereka ngambil batu dan dipukulkan ke saya, kalau teman pake botol," terangnya.

Atang menambahkan, dirinya tidak mengatehui gerombolan geng motor mana yang menyerangnya. Pasalnya ia tidak melihat para pelaku itu menggunakan atribut.

"Setelah keluar darah dari tubuh saya, mereka pada lari. Kalau atribut mah enggak tahu, cuma kelihatannya pake motor putih dan pake helm," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: