Kenapa Prakiraan Cuaca Sering Meleset? Kepala BMKG Dwikorita Karnawati Ungkap Penyebabnya

Kenapa Prakiraan Cuaca Sering Meleset? Kepala BMKG Dwikorita Karnawati Ungkap Penyebabnya

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati ungkap penyebab kenapa prakiraan cuaca sering meleset.-BMKG-

Kenapa Prakiraan Cuaca Sering Meleset? Kepala BMKG Dwikorita Karnawati Ungkap Penyebabnya

JAKARTA, RADARTASIK.COM – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengungkap penyebab kenapa prakiraan cuaca sering meleset.

Saat ini kasus prakiraan cuaca sering meleset banyak ditemukan pada prakiraan cuaca berbasis aplikasi di smartphone.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menguraikan masyarakat tidak sedikit yang menganggap data dan informasi yang diberikan berasal dari BMKG karena menampilkan informasi seputar cuaca di Indonesia.

BACA JUGA: Kemendes Kumpulkan 120 Pegiat Desa di Kota Banjar, Ini Tujuannya!

Padahal, setelah ditelusuri data dan informasi tersebut bersumber dari institusi di luar Indonesia, bukan dari institusi resmi pemerintah.

Seperti diketahui, di Google Play maupun App Store banyak aplikasi prakiraan cuaca yang tersedia, selain aplikasi resmi dari Pemerintah Indonesia yaitu Info BMKG.

Meski berbeda nama aplikasinya, fungsi aplikasi-aplikasi yang dikeluarkan lembaga non pemerintah Indonesia tersebut kurang lebih sama yakni untuk memprakirakan cuaca.

Dwikorita menerangkan bahwa prakiraan cuaca di wilayah Indonesia dikeluarkan secara resmi oleh BMKG yang bisa menjadi patokan untuk masyarakat dalam beraktivitas.

BACA JUGA: Redmi Note 13 Pro Max HP Spek Dewa Apa Boleh Semurah ini? Berikut Spesifikasi dan Harganya

BMKG merupakan satu-satunya institusi resmi Indonesia yang berwenang untuk memberikan prakiraan cuaca bagi publik di Indonesia sesuai dengan Undang-Undang Nomor 31 tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika.

Deputi Meteorologi BMKG Guswanto menambahkan rendahnya tingkat akurasi prakiraan cuaca pada aplikasi yang non pemerintah karena dibuat dengan data global yang diolah dengan pemodelan matematis dan di-downscale khusus untuk wilayah Indonesia.

Data global tersebut, kata dia, merupakan data cuaca yang berasal dari negara-negara di seluruh dunia yang menjadi anggota Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organisasi alias WMO)

Termasuk, BMKG yang selalu mengirimkan data ke WMO secara otomatis melalui jaringan komunikasi satelit untuk dihimpun menjadi data global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: