Heboh Dugaan Beras Sintetis Sebabkan Keracunan, Badan Pangan Nasional Lakukan Investigasi

Heboh Dugaan Beras Sintetis Sebabkan Keracunan, Badan Pangan Nasional Lakukan Investigasi

Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional Andriko Noto Susanto yang menjelaskan investigasi dugaan beras sintetis.-Badan Pangan Nasional-

Heboh Dugaan Beras Sintetis Sebabkan Keracunan, Badan Pangan Nasional Lakukan Investigasi

JAKARTA, RADARTASIK.COM – Badan Pangan Nasional melakukan investigasi terkait dugaan beras sintetis yang sebabkan keracunan.

Dugaan adanya beras sintetis atau beras berbahan plastik yang dikonsumsi masyarakat berawal dari pemberitaan di Bukittingi, Sumatera Barat.

Dalam pemberitaan tersebut disebutkan salah seorang warga mengaku sakit usai mengonsumsi beras yang diduga sintetis.

BACA JUGA: Dihujani Ribuan Roket Hamas, Israel Jadi Lautan Api, Amerika Langsung Kirimkan Mesin Perang Ini

Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional Andriko Noto Susanto menyampaikan penjelasan terkait dugaan beras sintetis tersebut.

Menurut dia, kasus ini harus dilihat apakah ada bahan lain yang dikonsumsi selain beras dan apakah semua yang mengonsumsi juga mengalami gejala yang sama.

”Jadi, kasus ini tidak bisa digeneralisir karena jika memang penyebabnya dari beras yang diduga sintetis tersebut tentunya ini akan lebih banyak orang yang terkena dampaknya, sehingga kita fokus ke kasus keracunan tersebut,” ungkap dia dalam keterangan tertulisnya, Rabu 11 Oktober 2023.

Dinas Pertanian dan Pangan Kota Bukittingi selaku Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) bersama Satgas Pangan, menurut dia, sudah turun langsung ke lokasi untuk meminta keterangan dan mengumpulkan bukti.

BACA JUGA: Akhirnya, Kawasaki Z125 Pro 2024 Nongol, Yuk Cek Harga dan Spesifikasinya

Untuk membuktikan isu tersebut, Andriko memastikan saat ini sampel beras tersebut sudah diambil dan dikirimkan ke laboratorium yang terakreditasi untuk proses uji laboratorium.

”Untuk memastikan apakah sebab sakitnya akibat mengonsumsi beras tersebut, maka harus dilakukan pengecekan kebenarannya. Apakah itu beras benar sintetis sehingga mengganggu kesehatan. Untuk validasinya harus dilakukan pengujian profil plastik yang dikandung terhadap sampel beras yang sama dengan yang dikonsumsi saat itu,” ungkap dia.

Andriko menegaskan penjaminan keamanan pangan segar di peredaran merupakan salah satu fokus dari kewenangan NFA selaku OKKP Pusat (OKKPP) bersama dengan Dinas Pangan di seluruh Provinsi selaku OKKP Daerah (OKKPD) yang secara intensif terus dilakukan yang bersinergi dengan satgas pangan.

Pengawasan keamanan dan mutu PSAT di peredaran, baik pre-market maupun post-market dilakukan OKKPP dan OKKPD untuk menjamin pemenuhan standar keamanan dan mutu pangan yaitu, residu pestisida, mikotiksin, logam berat dan cemaran mirobiologi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: