10 ‘Harta Karun’ dari Tasikmalaya Berwujud Batu Mulia, Ada Emas Hingga Kecubung

10 ‘Harta Karun’ dari Tasikmalaya Berwujud Batu Mulia, Ada Emas Hingga Kecubung

Batu jasper merah salah satu batu mulai yang jadi ‘harta karun’ dari Tasikmalaya.-Foto: tangkapanlayar-

BACA JUGA:Agen Tawarkan Malick Thiaw ke Real Madrid, PSG Minta AC Milan Bayar 20 Juta Euro untuk Hugo Ekitike

5. Kayu Terkesikan, adalah batu mulai yang terbentuk pada kayu atau koral yang berada dalam batuan yang kemudian mineral ya berubah menjadi silika.

Ada dua lokasi keberadaan batu mulia ini yaitu Kecamatan Parung Ponteng dan Kecamatan Cipatujah. Banyak digunakan untuk perhiasan, atau pun untuk hiasan. Hingga saat ini belum diketahui berapa banyak kandungan cadangan batu ini;

6.Jaspis Magnetik, merupakan batu mulia mineral kuarsa mikrokristalin yang meresap pada lubang rekahan batu gamping. Banyak tersebar di Kecamatan Cipatujah dan Kecamatan Bantarkalong.

Biasanya digunakan untuk perhiasan dan ornamen bangunan, hingga saat ini belum diketahui berapa banyak kandungan cadangan batu mulia ini;

BACA JUGA:Kabar Tak Sedap Jelang Persib Lawan PSIS Semarang, Bobotoh Dibuat Harap-Harap Cemas

7.Oniks, batu mulai yang satu ini t merupakan mikrokristalin dengan lapisan dua warna. Ada juga yang dua warna yang disebut sardonik.

Wilayahnya ada Kecamatan Parung Ponteng. Biasanya digunakan untuk perhiasan, ornamen bangunan, batu hias juga cenderamata. Ada sekitar 2,6 juta meter kubik;

8.Akik, batu mulia ini juga termasuk silika mikrokristalin, biasanya digunakan untuk perhiasan juga ornamen bangunan. Wilayah sebarannya ada di Kecamatan Cipatujah dan Karang Nunggal.

Hingga saat ini belum diketahui berapa banyak cadangan yang masih tersimpan;

BACA JUGA:Transfer Gratis ke 100 Bank di Indonesia, Cobalah Aplikasi Flip Transfer!

9.Kalsedon, batu mulia juga masuk pada mikrokristalin. Banyak digunakan untuk perhiasan.

Lokasi sebarannya Kecamatan Parung Ponteng dan Cipatujah. ada sekitar 250 ribu meter kubik kandungan batu mulai ini;

10. Jaspis Pancawarna, juga masuk pada jenis batu mulia mikrokristalin. Ada dua lokasi penyebaran yaitu Bantar Kalong dan Karang Nunggal banyak digunakan untuk perhiasan.

Jumlahnya saat ini belum bisa diketahui ada berapa banyak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: