Korban Keracunan di Karangnunggal, Tasikmalaya Kondisinya Membaik

Korban Keracunan di Karangnunggal, Tasikmalaya Kondisinya Membaik

Korban keracunan diduga dari nasi kotak masih mendapatkan perawaran di Puskesmas Karangnunggal, Kamis 3 Agustus 2023. Istimewa--

Korban Keracunan di Karangnunggal, Tasikmalaya Kondisinya Membaik

TASIKMALAYA, RADARTASIK.COM - Jumlah korban keracunan di Kampung Cibungkul Cikadu, Desa Cibatu Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya yang dirawat di Puskemas semakin berkurang karena beberapa dari mereka kondisinya mulai membaik. Namun, beberapa warga masih mengalami gejala keracunan.

Menurut Kepala UPTD Puskesmas Karangnunggal, Dadan Kusnanto, kondisi korban keracunan yang dirawat di Puskesmas telah membaik dan tiga orang diantaranya bahkan sudah diperbolehkan pulang. 

"Saat ini keadaannya (para korban keracunan, Red) sudah mulai membaik, dan gejala sakit para korban sudah mereda. Bahkan, tiga orang sudah dipulangkan," ujarnya kepada radartasik.com, Kamis 3 Agustus 2023 sore.

BACA JUGA:Keren Euy! Kuliner Seblak Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Meskipun kondisi korban yang dirawat mengalami perbaikan setelah mendapatkan perawatan intensif, pihak Puskesmas menerima informasi tentang beberapa warga yang masih mengalami gejala keracunan. 

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Puskesmas telah berkomunikasi dengan tim gerak cepat yang berada di lapangan.

Tim gerak cepat tersebut juga telah mendistribusikan obat, yaitu oralit, ke lokasi kejadian keracunan.

"Meskipun saat ini gejala keracunan masih bertambah, namun jumlahnya tidak signifikan, hanya satu atau dua kasus, dan mencapai puncak pada hari kemarin," tambahnya.

BACA JUGA:Kembali Ketika Berumur 18 Tahun Inilah Sinopsis Drakor 18 Again

Diketahui, kejadian keracunan ini terjadi sejak Selasa 1 Agustus 2023 lalu dan hingga saat kini, gejala berat dari keracunan yang diduga berasal dari nasi kotak terjadi pada Rabu 2 Agustus 2023. 

"Hingga saat ini Puskesmas telah mencatat 28 orang korban keracunan, termasuk 7 orang mahasiswa. Jumlah korban ini kemungkinan akan bertambah, berdasarkan hasil survei dari tim surveilans," jelas Dadan.

Untuk memastikan penyebab keracunan tersebut, tim Kesehatan Lingkungan (Kesling) telah mengambil sampel makanan dan air dari lokasi kejadian. 

"Sampel-sampel tersebut telah kami kirimkan ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Lankesda) untuk dapat dipastikan penyebab keracunan," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: