Minta Perbaikan Jalan, Massa Geruduk Gedung Bupati Tasikmalaya

Minta Perbaikan Jalan, Massa Geruduk Gedung Bupati Tasikmalaya

Orasi perwakilan massa bersama mahasiswa dari Desa Sirnajaya, Kecamatan Sukaraja dan Desa Barumekar, Kecamatan Parungponteng, geruduk Gedung Bupati Tasikmalaya, Selasa 16 Mei. -Ujang Nandar-radartasik.disway.id

TASIKMALAYA, RADARTASIK.COM - Massa yang jumlahnya ribuan bersama mahasiswa dari Desa Sirnajaya, Kecamatan Sukaraja dan Desa Barumekar, Kecamatan Parungponteng, geruduk Gedung Bupati Tasikmalaya, Selasa 16 Mei. 

Kedatangan mereka minta perbaikan jalan. Massa menganggap Bupati Tasikmalaya belum mewujudkan perbaikan jalan di dua desa yang selama 15 tahun rusak parah.

Koordinator massa aksi, Mujib Rahman Wahid mengatakan, kedatangannya untuk minta perbaikan jalan yang selama 15 tahun terbengkalai rusak

"Kita datang berkaitan dengan infrastruktur jalan yang ada di Desa Barumekar dan Sirnajaya (Parung Kadondong, Gorowong Singkup) sudah lama tidak tersentuh perbaikan," katanya kepada wartawan di sela-sela aksi, Selasa 16 Mei 2023.

BACA JUGA:Warga Tasik ‘Tidak Buang Sampah’ Setelah Tahu Bisa Jadi Cuan, Kirim ke Bank Sampah Buat Beli Emas

Tambah dia, jalan utama penghubung dua kecamatan dan dua desa itu, merupakan jalan milik Kabupaten Tasikmalaya. 

Sejauh ini belum kunjung mendapatkan perbaikan jalan selama tiga periode kepemimpinan bupati, dua di antaranya periode Bupati Ade Sugianto-Cecep.


Massa yang jumlahnya ribuan bersama mahasiswa dari Desa Sirnajaya, Kecamatan Sukaraja dan Desa Barumekar, Kecamatan Parungponteng, geruduk Gedung Bupati Tasikmalaya, Selasa 16 Mei. -Ujang Nandar-radartasik.disway.id 

"Kami merasakan bahwasannya seluruh masyarakat hanya menjadi korban janji politik saja dengan bola janji," kata dia.

Tambah dia, ada 3 tuntutan yang disampaikan dalam aksi minta perbaikan jalan. Yakni Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam hal ini Bupati-Wakil Bupati meninjau langsung jalan rusak di Parungkadongdong-Gorowong-Singkup.

BACA JUGA:Hari Kiamat Seluruh Semesta Hancur, Mumpung Belum Terlambat Fokus Saja Berbuat Ini

Selanjutnya, menjadikan jalan yang menghubungkan dua desa tersebut menjadi skala prioritas dalam proses perencanaan pembangunan. 

Lalu menuntut pembangunan bisa dilaksanakan di tahun 2023.

Menurut dia, masyarakat tidak ingin dilibatkan dalam momentum politik saja. Sebab, buah dari politik itu belum bisa dirasakan khususnya dalam hal perbaikan jalan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: