Penelusuran Dua Warga Pencari Biawak Hanyut dan Tenggelam di Sungai Citanduy Kota Banjar Masih Nihil

Penelusuran Dua Warga Pencari Biawak Hanyut dan Tenggelam di Sungai Citanduy Kota Banjar Masih Nihil

Basarnas Tasikmalaya Bagus memimpin proses pencarian di hari kedua dua warga pencari biawak hanyut dan tenggelam di Citanduy, Jumat 20 Januari 2023. -Anto Sugiarto-radartasik.disway.id

BANJAR, RADARTASIK.COMTim SAR gabungan kembali melanjutkan Opsar penelusuran dua warga pencari biawak hanyut dan tenggelam di Sungai Citanduy sejak Kamis 19 Januari 2023.

Koordinator Basarnas Tasikmalaya Bagus mengatakan, di hari kedua pencarian korban hanyut dan tenggelam, Tim SAR kembali menyisir Sungai Citanduy.

"Hari ini kita terjunkan empat perahu dan dibagi menjadi dua tim," katanya kepada wartawan, Jumat 20 Januari 2023 di TKP korban hanyut dan tenggelam. 

Menurutnya, tim pertama melakukan manuver di titik pusaran untuk memecah air Sungai Citanduy, dengan harapan jenazah dua warga pencari biawak itu muncul kepermukaan.

BACA JUGA:Gratis! Ratusan IKM Makanan dan Minuman Olahan Kota Tasikmalaya Terima Sertifikat Halal

Tim kedua, menyusuri tepi Sungai Citanduy setelah dilakukan manuver oleh tim pertama jika menemukan korban muncul ke permukaan sungai. 

"Hari ini tim SAR gabungan yang terjun sebanyak kurang lebih 90 orang," tegasnya.

Di hari kedua pencarian, bertambah tim dari Korp Brimob Polda Jawa Barat ikut membantu mencari korban hanyut dan tenggelam.

Selain itu, untuk pencarian di hari kedua ini diperluas hingga mencapai jembatan Pelangi Langensari perbatasan Jabar-Jateng.

BACA JUGA:Satgas Tasik Resik Terus Bergerak, TPS Sukalaya Belakang MP Bersih dari Sampah yang Menggunung 

Deni, salah satu pihak keluarga korban Ade Mulyana, mengaku tidak mengetahui pasti kenapa adiknya bisa ikut mencari biawak bersama teman-temannya. 

"Setahu saya bilangnya mau kerja di pabrik sendal (sebelum hanyut dan tenggelam), biasa kumpul di rumahnya itu jam 9 atau 10," katanya. 

Diakuinya, adiknya tersebut sudah berkeluarga dan memiliki dua anak yang masih kecil dan saat ini bersama ibunya di rumah. Setahu dirinya, korban jarang ikut mencari biawak. 

"Tiap hari saya bersama teman-temannya juga ikut mencari sampai ketemu. Dia (korban) tidak bisa berenang," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: