Tak Diberi Uang, Pengemis Ini Mengamuk, Satpol PP Sebut Pernah Dua Kali Diamankan

Tak Diberi Uang, Pengemis Ini Mengamuk,   Satpol PP Sebut Pernah Dua Kali Diamankan

Seorang pria mengamuk kepada pengendara mobil yang tidak memberinya uang. Foto: Instagram kejadiansmg--

Radartasik, SEMARANG - Seorang pria yang biasa meminta-minta di salah satu perempatan di Kota Semarang kedapatan berulah dengan melempar sandal ke arah pengendara kendaraan roda empat. 

Diduga pria tersebut mengamuk karena tak diberi uang oleh sang pengendara.

Berdasarkan video amatir yang diunggah oleh akun media sosial Instagram @kejadiansmg, kejadian peminta-minta tersebut terjadi di simpang empat Jalan Arteri Yos Sudarso kawasan Puri Anjasmoro. Tepatnya seberang jalan dari SPBU dari arah Kaligawe. 

BACA JUGA:Menag Tegaskan Berkurban Itu Tidak Wajib,Terlebih dalam Ancaman PMK, Gus Yaqut Sebut Alasannya

Dalam video tersebut, pria tersebut tampak mengamuk dengan melemparkan sandal ke kaca mobil lantaran tidak diberi uang oleh pengendara. 

Rupanya ulah pria tersebut ternyata sudah diketahui oleh Satpol PP Kota Semarang. Bahkan informasinya pelaku pernah dua kali diamankan karena beraksi di jalanan. 

"Iya, waktu itu kami amankan di Kalibanteng," kata Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto kepada awak media, Kamis (23/6). 

BACA JUGA:Seru! Cak Imin dan Yenny Wahid Saling Sindir Soal PKB yang Dulu Ikut Didirikan oleh Gus Dur

 Fajar menyatakan pelaku tidak mengidap gangguan kejiwaan seperti yang ramai diperbincangkan warganet. Hanya saja, kata dia, pelaku nekat berbuat tak terpuji bila tidak diberi uang oleh pengendara.

"Saat tidak dikasih uang terus meludah, kadang juga menggedor-gedor pintu mobil, tetapi dia tidak gila," tutur Fajar. 

Fajar menerangkan, pelaku pernah membuat surat pernyataan di hadapan Satpol PP Kota Semarang, bahwa tidak akan mengulangi perbuatannya mengganggu pengendara.

 "Kami tidak punya tempat untuk resos terpaksa dilepas," terang Fajar. 

BACA JUGA:Holywings Gunakan Nama Muhammad dan Maria untuk Promo Minuman Beralkohol, Ngaku Kecolongan dan Minta Maaf

Titik-titik yang biasa pelaku beroperasi berada di daerah Majapahit, Pedurungan, dan sekitar Kalibanteng. Pelaku memiliki jaringan yang juga beroperasi di wilayah lain. 

Sumber: