Warga Sudah Memprediksi TPT Bakal Ambrol oleh Sungai Ciloseh, Perwaskim Rencanakan Pembesian

Warga Sudah Memprediksi TPT Bakal Ambrol oleh Sungai Ciloseh, Perwaskim Rencanakan Pembesian

radartasik.com, KOTA TASIK — Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perwaskim) Kota Tasikmalaya Nanan Sulaksana kembali menegaskan tembok penahan tebing (TPT) yang ambrol di dekat Jembatan Cipanyir, Kamis (3/2/2022), dibangun pada 2018.


“Jadi itu bukan pekerjaan yang kemarin diresmikan, tetapi dulu 2018. Pengerjaan penataan Cipanyir itu program pemerintah pusat dari APBN dan PPK-nya dari pusat,” katanya, Jumat (4/2/2022).

“Pengerjaan yang beberapa waktu lalu diekspos dan diresmikan bukan yang itu, tetapi yang sebelahnya dikerjakan 2018. Jadi yang dulu bangunannya,” tuturnya.

Nanan Sulaksana menerangkan penanganan bencana di dekat Jembatan Cipanyir itu yang penting aman dulu buat masyarakat setempat. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPBD.

“Selanjutnya akan kita alokasikan digarap tahun ini pakai APBD. Dulu itu dikerjakan sebelum SOTK baru saat bidang pemukiman di PUTR masih bersatu dengan Perwaskim. Sekarang kan sudah pisah,” ujarnya.

Berapa kira-kira anggaran yang dibutuhkan untuk memperbaiki TPT dan gazebo itu, baru direncanakan dulu dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kota Tasikmalaya sedang melakukan penghitungan serta belum diketahui anggaran perbaikannya.

“Kalau dilihat itu tanahnya seperti labil tetapi saya tak tahu dulu prosesnya seperti apa. Paling nanti kita lakukan pembesian di sana. Nanti dikerjakan oleh siapa akan kita rundingkan antara Perwaskim dengan PUTR,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua RW 16 RT 02 Kelurahan Cipedes Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya, Cecep Priyatna, mengaku tak kaget dengan tergerusnya gazebo dan TPT di wilayahnya, Kamis sore.

Dia dan warga sekitar sudah memprediksi bakal terjadi bencana itu karena bangunan TPT dan gazebonya sudah pada retak-retak.

“Di sekitar sini saat tadi sore tak begitu besar hujannya. Hanya saja aliran air menjadi deras karena dari hulu terjadi hujan besar dari Galunggung,” katanya, Kamis malam.

“Jadi air Sungai Ciloseh datang besar dari sana ke wilayah kita. Padahal di kita hujannya rintik-rintik. Arus airnya memang sore tadi lebih besar dari biasanya. Kebetulan juga benteng TPT ini sudah diprediksi bakal terbawa arus air,” tuturnya.

Menurut Cecep Priyatna, TPT itu sudah pada retak dari Rabu. “Bahkan kemarin sama saya dan RW 08 sempat dipotong bagian pagarnya agar tak ikut tergerus air Ciloseh,” ujarnya.

“Kalau hari biasa aliran air ke kita kecil ini mah sepertinya dari hulunya hujan besar. Ini TPT bangunan pertama bukan yang kemarin baru diresmikan. Ini dari program Kotaku kalau tak salah tahun 2018,” ujarnya.

Saksi mata kejadian lainnya, Heri Poniman (38), warga Kampung Sindangsari RT 02 RW 08 Kelurahan Panyingkiran Kecamatan Indihiang menuturkan, saat kejadian dirinya sedang minum kopi di warung sekitar lokasi.

“Tadi hujannya rintik-rintik saja. Saya lagi minum kopi kang di warung depan TPT yang ambrol. Tiba-tiba ada suara brak dan saung (gazebo) terbawa air Ciloseh,” ujarnya.

Dia langsung mengabadikan momen itu menggunakan kamera ponselnya, kemudian melapor ke RT dan RW sekitar tentang adanya bencana itu.

“TPT ini dibangun sejak tahun 2018 dan sudah dua kali kejadian. Panjang TPT yang ambrol sekitar 19 meter,” tuturnya. (Rezza Rizaldi / radartasik.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: