Lansia Paling Banyak di Indonesia, Ini yang Dilakukan Bupati Tasikmalaya

Lansia Paling Banyak di Indonesia, Ini yang Dilakukan Bupati Tasikmalaya

Menteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini saat meberikan piagam penghargaaan kepada Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto di cara Puncak Hari Lanjut Usia Nasional di halaman RSUD SMC Minggu (29/5/2022). (ujang nandar/radartasik.disway.id)--

Radartasik, TASIKMALAYA - Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto menyatakan, sebanyak 28 ribu lebih lansia menandakan usia harapan hidup di Kabupaten Tasikmalaya cukup tinggi. Angka ini sekaligus mencatatkan lansia paling banyak di Indonesia.

"Dengan banyaknya lansia ini harus ada perhatian khusus, yang diawali oleh asesmen terlebih dahulu yang akan kita lakukan," ungkap Ade usai acara Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-26 tahun 2022 kepada wartawan usai menghadiri acara puncak Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke 26 tahun 2022 Minggu (30/5/2022).

"Jadi ini anggaran negara tidak dilaksnakan di gunung-gunung yang seremonial, tetapi ini bisa dimanfaatkan langsung oleh masyarakat," tambah dia.

Pemkab Tasikmalaya juga akan menelusuri masalah lansia, yang sasarannya untuk mengetahui apa yang menjadi kebutuhan para lansia. 

BACA JUGA:Lansia Dapat Bantuan Rutilahu dari Kemensos

"Hari ini baru sampai itu tahapannya, karena saya juga tidak bisa menjawab bila di Kabupaten Tasikmalaya ini ada 28 ribu lebih lansia tunggal, itu yang harus kita pecahkan terlebih dahulu," kata dia.

Menurut Bupati, tidak semua lansia tidak produktif. Bahkan banyak diantaranya lansia yang masih produktif, sehingga butuh treatment yang tepat. 

“Ini masalahnya bukan kursi roda dan rumah, tetapi bantuan modal, makanya dalam hal ini akan kita lakukan asesmen sebaik mungkin untuk lansia ini," jelas dia.

Sementara dalam Rangkaian Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Ke-26 Tahun 2022 ada Penyerahan alat bantu bagi lansia menjadi pembuka rangkaian HLUN 2022 di Kecamatan Puspahiyang.

Kementerian Sosial melalui Sentra Budi Perkasa Palembang menyerahkan alat bantu kursi roda kepada Warga bernama Bana (70). Lansia ini mengalami sakit pinggang dan tidak bisa berjalan karena jatuh pada saat naik kendaraan umum. 

BACA JUGA:Program BPNT Berjalan, BUMDes Tetap Tak Berdaya, Bupati Tasikmalaya Disarankan Kontak Kemensos

Sebelum mendapatkan kursi roda, Bana berjalan hanya menggunakan dua tangan dan kaki lurus ke depan. Kondisi ini sudah berjalan sejak 5 tahun silam. 

Penyerahan bantuan dilakukan di kediaman Bana di Kampung Padaluyu, Desa Puspahiang, Kecamatan Puspahiang pada Sabtu (28/5). Bantuan diserahkan oleh Camat Puspahiang, Ari Fitriadi.

Sumber: