PTM Masih Menunggu Izin Satgas

PTM Masih Menunggu Izin Satgas

RADARTASIK.COM, TASIK - Satgas Covid-19 Kota/Kabupaten Tasikmalaya terus melakukan evaluasi terkait rencana dibukanya kembali pembelajaran tatap muka (PTM) pada Juli 2021 mendatang. Oleh karenanya, sambil menunggu keputusan final, sekolah terus mempersiapkan teknis, fasilitas atau alat protokol kesehatan (prokes) dan kurikulum jelang pembelajaran tatap muka.


”Karena masih ada peningkatan kasus Covid-19, kita belum mendapatkan kabar pelaksanaan PTM terbatas. Namun sambil menunggu pengumuman selanjutnya dari pusat/pemerintah daerah, sekolah terus mempersiapkan prokes,” kata Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Tasikmalaya Dr Abur Mustikawanto, Minggu (20/6/2021).

Sebab, sambung Abur, pemberian lampu hijau sekolah melaksanakan tatap muka terbatas terus terbentur oleh lonjakan kasus pandemi Covid-19. Selain itu terbentur rekomendasi dan izin dari itu pusat dan Satgas Covid-19. ”Semua itu sifatnya mandatory, sehingga harus memperhatikan keamanan dan keselamatan warga sekolah,” ujarnya.

Di sisi lain, Abur mengingatkan agar sekolah terus berupaya meningkatkan motivasi dan semangat belajar serta mutu pendidikan.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya terus memastikan kembali kesiapan sekolah dalam rencana pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pada Juli 2021.

Plt Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya H Asep Rusyadi SPd MPd mengatakan, kasus Covid-19 belum diketahui kapan berakhirnya, namun sekolah terus mempersiapkan dengan matang dan komitmen menjalankan prokes yang ketat. Tentunya ketika ada rencana berlangsungnya pembelajaran tatap muka dapat aman.

”Sebanyak 21 SMP negeri ataupun 54 SMP swasta sudah siap ketika ada perintah untuk membuka PTM terbatas pada Juli nanti,” katanya kepada Radar, Kamis (17/6/2021).

Kesiapan itu diwujudkan dengan laporan sekolah pada data pokok pendidikan sejak awal tahun, tentunya yang sesuai SKB 4 menteri yaitu ceklis kesediaan orang tua, guru dan tenaga kependidikan tervaksin, dan melengkapi fasilitas prokes.

Selain itu sudah memiliki sistem pembelajaran darurat Covid-19 dan teknis melaksanakan PTM terbatas.

“Sekolah terus melengkapi sanitasi cuci tangan, sudah menerapkan maksimal yang hadiri 50 persen siswa, menyediakan hand sanitizer dan masker. Serta pengaturan jadwal agar tidak menimbulkan kerumunan,” ujarnya.

Setelah persiapan sekolah matang, Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya mencoba melaksanakan simulasi PTM terbatas dengan ujian sekolah (US), sekolah percontohan (SDN Citapen dan SMPN 1 Kota Tasikmalaya) dan penilaian akhir tahun (PAT) sejak April hingga Juni ini.

Dengan simulasi ini sekolah bisa menerapkan standar operasional prosedur PTM terbatas.

“Begitulah sekolah yang melakukan simulasi sesuai protokol kesehatan yang ketat. Kalau pun ada yang terpapar Covid-19 di sekitar sekolah, untuk PTM terbatas langsung berhenti dengan mengganti belajar dari rumah lagi,” ujarnya menambahkan.

Selain itu, ia pun mengingatkan kepada lembaga pendidikan tentang Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Meski penyediaan penunjang penanganan Covid-19 bisa menggunakan BOS harus mempunyai skala prioritas.

“Maka jangan sampai dana BOS dialihkan untuk protokol kesehatan semua, bisa secara bertahap,” katanya. (riz)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: