Langkah Kementerian ESDM Percepat Konektivitas Gas Dusem Sumatera

Langkah Kementerian ESDM Percepat Konektivitas Gas Dusem Sumatera

Kementerian ESDM mempercepat pembangunan Pipa Transmisi Gas Dusem Dumai–Sei Mangkei.-Kementerian ESDM-

RADARTASIK.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi melalui percepatan pembangunan Pipa Transmisi Gas Dusem (Dumai – Sei Mangkei).

Proyek ini masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dirancang untuk mengintegrasikan infrastruktur gas bumi dari Sumatera Utara hingga Riau.

Kehadiran jaringan pipa tersebut diharapkan memperkuat konektivitas energi sekaligus mendukung pertumbuhan industri di wilayah Sumatera.

Dalam keterangannya, Direktur Jenderal Migas Laode Sulaeman menyampaikan hal itu saat meresmikan pengiriman perdana pipa proyek Dusem di fasilitas produksi PT Krakatau Pipe Industries di Cilegon, Banten.

BACA JUGA: KPK OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Ini Silsilah Keluarga Penyanyi dangdut A Rafiq dan Riwayat Pendidikan

Dia menjelaskan pembangunan pipa transmisi Dusem merupakan implementasi kebijakan pemerintah dalam mendorong diversifikasi energi dan mempercepat pemanfaatan gas bumi domestik.

Menurutnya, pemerintah terus mengupayakan pembangunan infrastruktur transmisi gas guna memperluas akses energi ke berbagai wilayah Indonesia.

Infrastruktur tersebut ditujukan untuk melayani kebutuhan sektor industri, komersial hingga masyarakat umum.

Proyek ini memiliki total nilai investasi sekitar Rp 6,5 triliun dengan kapasitas desain mencapai 109,2 MMSCFD. Pembangunan dimulai sejak Desember 2025 dan ditargetkan selesai pada Desember 2027.

BACA JUGA: Kemenhub Resmi Hadirkan Program MOTIS 2026 dengan Kereta Api, Catat Stasiun yang Dilintasi!

Dengan panjang jaringan sekitar 541,8 kilometer, proyek Dusem terbagi menjadi dua segmen utama:

- Segmen 1: SKG Belawan hingga Stasiun Labuhan Batu sepanjang 279,8 km dikerjakan KSO PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Nindya Karya dengan nilai kontrak Rp 3,6 triliun.

- Segmen 2: Stasiun Labuhan Batu hingga Fasilitas Duri sepanjang 262 km dikerjakan konsorsium yang melibatkan PT Brantas Abipraya (Persero) bersama mitra lainnya dengan nilai kontrak Rp 2,8 triliun.

Laode menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk jajaran PT Krakatau Steel dan Krakatau Pipe Industries, karena proyek masih berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: