Karnaval HUT RI ke-80 di Parhon Timur Tasikmalaya Angkat Anyaman Bambu dan Budaya Sunda

Rabu 20-08-2025,11:00 WIB
Reporter : Rezza Rizaldi
Editor : Rezza Rizaldi

Kelompoknya menampilkan miniatur macan dan kerajaan, serta tokoh legenda seperti Prabu Siliwangi, Purbasari, hingga Hanoman.

“Tema kami adalah budaya Sunda dan Jawa Barat. Jangan sampai budaya kita hilang ditutupi budaya modern dari barat. Karena itu kami menampilkannya di sini, agar generasi muda tetap kenal warisan leluhur,” ujarnya.

Kehangatan terasa di antara peserta. Dari anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut tampil, hampir 99 persen warga RW 04 ambil bagian. 

Sebelum sampai di Lapang Pandawa, mereka terlebih dahulu mengikuti karnaval yang dimulai dari Kampung Padasuka, berjalan menyusuri rute yang sudah ditentukan panitia. 

BACA JUGA:Dari Pertempuran Yarmuk, Pendirian Polri, hingga Lahirnya Bintang Musik Dunia

Tawa, nyanyian, dan semangat bergema di sepanjang jalan.

Reza Wijatnika, Ketua Komunitas Pemuda Partim, mengatakan acara ini bukan hanya berhenti di karnaval, tetapi berlanjut pada puncak perayaan HUT RI selama tiga hari, 23–25 Agustus 2025.

“Di tanggal 23 akan digelar pentas musik dengan band-band lokal seperti Sky Project, Sederhana, Satu Band (Carly KW), hingga J & F (Ian Kasela KW). Lalu tanggal 24 ada jalan sehat dan pertunjukan seni tradisi Sunda, dan puncaknya tanggal 25 ditutup dengan Tabligh Akbar,” kata Reza.

Menurutnya, tujuan utama kegiatan ini adalah menghadirkan hiburan yang sehat sekaligus ruang untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya lokal. 

BACA JUGA:WOW Persija Datangkan Pemain Asing Baru, Inilah Daftra 10 Legiun Asing Macan Kemayoran

“Kami ingin generasi muda tidak hanya tahu kemerdekaan sebagai perayaan formal, tapi juga momentum untuk menghidupkan kembali budaya yang hampir terlupakan,” katanya.

Di akhir acara, suasana Lapang Pandawa dipenuhi tepuk tangan.

Juri memberikan penilaian, sementara warga menikmati suguhan pertunjukan seni dari tiap RT. Meski sederhana, antusiasme warga terasa begitu nyata.

Bagi sebagian peserta, seperti Iwan dan Uus, harapan mereka sederhana. 

BACA JUGA:Jembatan Gantung Sukamenak-Wanasigra Belum Bisa Dilalui, Warga Tagih Janji Pemkot Tasikmalaya

Budaya lokal terus hidup dan pemerintah memberi perhatian lebih terhadap produk unggulan daerah, terutama anyaman bambu yang menyimpan nilai sejarah.

Kategori :