Monumen Pesawat di Taman Kota Tasikmalaya Diresmikan, Ini Sejarah Singkat Marchetti SF-260

Kamis 20-07-2023,12:42 WIB
Reporter : Rezza Rizaldi
Editor : Rezza Rizaldi

Monumen Pesawat di Taman Kota Tasikmalaya Diresmikan, Ini Sejarah Singkat Marchetti SF-260

TASIKMALAYA, RADARTASIK.COM - Penjabat Wali Kota Tasikmalaya, Cheka Virgowansyah, mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Lanud Wiriadinata atas segala upaya serta kerjasamanya dalam pembangunan monumen pesawat di Kota Tasikmalaya. 

Monumen pesawat yang berada di Taman Kota ini, menjadi destinasi tambahan khususnya untuk warga Kota Tasikmalaya umumnya untuk masyarakat luas dan para wisatawan.

"Kegiatan peresmian monumen pesawat TNI AU ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam peringatan Hari Bakti ke-76 TNI AU tahun 2023," ujar Cheka usai meresmikan monumen pesawat, Kamis 20 Juli 2023.

BACA JUGA:HORE, Pelatih Baru Persib Segera Tiba di Bandung, Ini Bocoran Sosoknya

Terang Cheka, peringatan Hari Bakti TNI AU bertujuan untuk mengenang dua peristiwa penting perjuangan TNI dalam memperjuangkan kemerdekaan, yaitu serangan udara TNI AU terhadap daerah pendudukan Belanda serta gugurnya tiga perintis TNI AU.

"Pesawat yang dijadikan monumen di dalam kawasan taman kota ini merupakan pesawat milik TNI AU dengan jenis Marchetti SF-260," terangnya.


Forkopimda Kota Tasikmalaya difoto bersama di monumen pesawat, Kamis 20 Juli 2023. rezza rizaldi / radartasik.com--

Cheka menceritakan sedikit sejarah singkat Pesawat Marchetti SF-260 ini yang merupakan pesawat hibah dari Republic of Singapore Air Force (RSAF) pada tahun 2002. 

Hibah pesawat ini sebagai bentuk perhatian dan kerjasama bidang militer yang terjalin sejak lama antara Indonesia dengan Singapura.

BACA JUGA:Sepele Banget! Alasan Simon Cowell Stop Cakra Khan Nyanyikan Make It Rain di America's Got Talent

Meskipun pengabdian pesawat Marchetti SF-260 ini di TNI Angkatan Udara memang tidak terlalu lama, namun pesawat tersebut bukan hanya sebagai pesawat latih dasar (LD) melainkan sebagai pesawat latih khusus (LK).

"Pesawat ini terdiri atas dua versi, versi standar M (Military) dan versi W (Warrior) yang memiliki kemampuan serang darat dan memiliki mesin yang bertenaga dengan roda yang dapat ditarik ke dalam (retractable landing gear)," bebernya.

Cheka menambahkan, pembangunan monumen ini adalah sebuah terobosan awal yang cukup baik, selain menjadi sarana edukasi kedirgantaraan.

"Monumen ini juga dapat dijadikan suatu ikon tempat yang instagramable dan menjadi hiburan baru bagi masyarakat dan para wisatawan yang datang ke Kota Tasikmalaya," tambahnya.

Kategori :