Penyesalan Panggung

Jumat 07-10-2022,05:05 WIB

GiantoKwee

Juga kalimat penutup tentang Pohon dan Mobil, Error dan Keblinger, Mumpung ada pak Pry yang mulai, Kang Dahlan kita "Kruyuk"

Ghost It Is

Saya kemarin bilang. Tim independen sedang melawan posisi sebagian dari anggota kepolisian, tidak seluruh. Opening kasus ini saja sudah aneh. Penonton mulai anarkis. Ini belum ada korban tewas mungkin. Baru di bantai dengan gas air mata setelah itu. Kalaupun ada 200-400 botol miras di sana. Itukan salah petugas. Nha, kenapa nggak jaga pintu keluar masuk. Malah bawa pentungan sama gas air mata di tengah lapangan. Mau makan gaji buta apa, cuma pamer seragam di tengah lapangan. Setahu Saya botol itupun tersegel. Tidak di minum. Kadar alkoholnya juga tidak di sebut.

DodikWiratmojo

dan bukti2pun pun agak melenceng, ditemukan botol miras, pdhl bawa korek ajaga bisa masuk, pihak aremaga diajak, presuden hanya menyebut pintu terkunci tangga menurun, gas air mata ga disebut sbg pemicu..truspyki.. .. Fanatisme Sepakbolapaseduluransaklawase...

Macca Madinah

Lucu juga perumpamaan mobil itu harus "pernah nyenggol", apa itu kelasnya dinding atau pohon. Suka gemes soalnya kalau di jalan "gang" kecil di Jakarta. Sudah jelas jalannya kecil, yang masuk mobilnya sebesar bagong, sekelas fortuner, landrover,, dan sejenisnya. Mending kalau yang menyetir itu pede, gak masalah kalau "nyenggoldikit" gores dikit. Berhubung mungkin yang menyetir bukan yang empunyanya, jalannya pelannnn, sedikit-sedikit injak rem, lihat sepeda motor-angkot-bajajnyalip langsung berhenti ngalangin yang di belakang (baca: ya saya itu). Wesss, nekwedhingonoyoojo lewat kene Pak-eeee (kadang-kadang ada juga Buk-eeee)!

Liam Then

Tadi pagi juga merasakaan hal serupa. Kok pohon? Berhubung blomngopi otak masih berkabut. Sekarang mumpung lagi gabut-gak ada buat ( dah lama saya kira gabut itu singkatan gak ada buat- rupanya bukan kwkwkwkw), di temani secangkir kopi tubruk non gula, baru enak mikirnya. Hidup pohon kok ya dijadikan perbandingan. Karena berangkat dari pengertian awal , derajat hidup manusia lebih tinggi darinya. Sebenarnya manusia bisa belajar falsafah hidup dari pohon, ia tak peduli angin hujan, tetap hidup. Tak peduli siang malam tetap berusaha hidup. Tak peduli berapa lama ia hidup. Ia alot,ulet,tekun, hanya untuk hidup. Ia tegak hidup, gak merasa marah, merasa sedih. Ia hidup dibawah bintang, cahaya matahari, cahaya bulan, semilir angin. Kondisi apapun ,tak oernah mengeluh. Tetap hidup. Ia hidup tanpa perlu sesuatu untuk membuat ia lebih hidup. Tujuannya hanya hidup. Bukankah sangat sederhana? Bayangkan betapa banyak konflik tak perlu, jika manusia belajar dari falsafah pohon? Jika anda ada merasa cabang pemikiran lain, karena banyaknya kata hidup di atas. Gapapa, berarti anda masih normal. Terus terang saya juga begitu.

Johan

Pendapat subyektif dari manusia, kali ini pohon sebagai objek perbandingannya. Kehidupan pohon dianggap sebagai bukan hidup yang sebenarnya. Pohon jelas tidak bisa kita ajak bicara, sehingga kita tidak tahu pendapatnya mengenai hidup. Tapi manfaat dari pohon sering kita rasakan. Itu pasti. Mungkin itulah "hidupnya" yang sebenarnya. Hidup yang bermanfaat untuk alam disekitarnya. Perbandingan semacam itu bisa saya katakan ngawur, tapi dalam beberapa situasi, bisa jadi itu ada benarnya. Semisal pohon durian, dia berbuah, kemudian buahnya dimakan DahlanIskan. Hidup macam apa itu? Lebih baik pohon itu mati saja.

PryadiSatriana

"Kadang mobil 'harus' nyenggol pagar." 'Mobil' mereprentasikan 'manusia'. 'Harus' menunjukkan 'keniscayaan, kepastian'. 'Nyenggol pagar' maksudnya 'melakukan kesalahan'. Pak Dahlan mau mengatakan ini: 'Mobil yg bergerak' itu seperti 'manusia ygberaktifitas'. Manusia itu tak luput dari kesalahan. Namun, dg akal budinya 'manusia bisa belajar dari kesalahannya'. 'Mobil harus nyenggol pagar'. Manusia - mau tak mau - karena memang tak luput dari kesalahan, seperti mobil yang 'harus nyenggol pagar' supaya bisa belajar dari kesalahannya, supaya ndhak berbuat kesalahan yg fatal. 'Mobil harus nyenggol pagar, supaya selanjutnya lebih hati-hati, supaya ndhaknabrak orang'. Semoga bermanfaat. Salam. Rahayu.

Pembaca Disway

Salah satu cara mengendalikan fanatisme itu dengan berdoa... Misalnya saya ngefans dengan Disway.. Kalau tiap hari saya cuma memuji-mujiDisway, misalnya "Disway paling hebat. Tulisannya bagus semua. Paling rajin terbit, dst.." nanti fanatismenya makin menjadi-jadi. Kalau mendoakan, misalnya "Semoga tulisan pak Dahlan membawa berkah.. Semoga para komentator makin rukun... dst" nanti fanatismenya bisa makin terarah.. Fanatisme itu cinta..

Kategori :

Terkait

Sabtu 08-10-2022,05:05 WIB

Satria Kanjuruhan

Jumat 07-10-2022,05:05 WIB

Penyesalan Panggung