Bikin Penasaran, Lebih Berbahaya Manakah Plastik Berbahan Polikarbonat atau PET? Begini Kata Peneliti

Sabtu 30-07-2022,08:20 WIB
Editor : Radi Nurcahya

JAKARTA, RADARTASIK.COM - Perdebatan mana yang lebih berbahaya bagi kesehatan, tentang penggunaan bahan kemasan plastik untuk air minum kemasan (AMD) antara memakai bahan polikarbonat (PC) ataukah polyethylene terephthalate (PET) masih terus berlanjut.

Seperti diketahui kemasan polikarbonat atau plastik keras biasa digunakan sebagai galon isi ulang air minum 19 liter.

Sementara itu, kemasan PET biasa digunakan untuk botol air minum ukuran 300 mililiter hingga 1 liter dan galon 15 liter.

BACA JUGA:Dian Sastro Tantang Anak-anak Muda Kreatif Citayam Fashion Week Lakukan Ini, Mau agak Yah?

Ternyata kedua jenis bahan kemasan plastik itu memiliki kelebihan dan kekurangan terkait risiko kesehatan bagi manusia.

Sejumlah penelitian mengungkap bahwa pada kemasan plastik berbahan polikarbonat mengandung zat kimia bisphenol A (BPA) yang berdampak pada kesehatan melalui mekanisme gangguan hormon.

Sementara itu, kemasan berbahan PET dibuat dari etilen glikol yang berpotensi menimbulkan risiko keseahatn bila dikonsumsi secara berlebihan.

BACA JUGA:AS Mulai Terjun ke Dalam Resesi, Presiden Biden Sebut: Kami Berada di Jalan yang Benar

Dampak kesehatan dari bahan kimia pembentuk dua plastik itu bermigrasi ke bahan pangan yang dikemas pada tingkatan tertentu dan disebakan oleh pola perlakuan terhadap tiap kemasan.

Guru Besar Teknik Kimia Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Andi Cahyo Kumoro mengatakan pelepasan BPA rentan terjadi bila galon sampai tergores atau terpapar matahari langsung.

“Efeknya, paparan BPA bisa memunculkan gangguan pada sistem saraf dan perilaku anak. Sedangkan pada ibu hamil bisa memicu keguguran," kata Andi seperti dilansir JPNN.com.

BACA JUGA:Pernah Tuding Hotman Paris Lakukan Pelecehan Seksual, Kini Giliran Razman Arif yang Dilaporkan Mantan Asprinya

Berbeda dengan kandungan BPA pada polikarbonat, kandungan etilen glikol pada PET tidak mudah mengalami perubahan kimia.

Hal itu tertuang dalam makalah Frank Welle, ahli kimia dari University of Freiburg, Jerman, yang berjudul The Facts about PET.

Dalam makalah itu, Welle mengungkapkan bahwa monomer PET, seperti etilen glikol hanya dapat bermigrasi dalam jumlah yang sangat kecil ke dalam pangan yang dikemas.

Kategori :