Kapten dan ABK Dianggap Lalai, Ayu Anjani Segera Lapor Polisi Terkait Tewasnya Ibu dan Adiknya di Labuan Bajo

Sabtu 02-07-2022,14:40 WIB
Editor : Radi Nurcahya

JAKARTA- RADARTASIK.COM - Dianggap lalai atas musibah tenggelamnya kapal wisata di Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur (NTT) yang telah mengakibatkan meninggalnya ibu dan adik kadungnya, artis Ayu Anjani berencana melaporkan kapten dan anak buah kapal (ABK) tersebut kepada pihak kepolisian.

Seperti diketahui kapal wisata KM Tania yan dinaiki sejumlah anggota keluarga Ayu Anjani tenggelam di perairan Taman Nasional Komodo (TNK), Labuan Bajo pada Selasa, 28 Juni 2022. 

Dikatakan Ayu Anjani upayanya yang akan melaporkan  kapten dan ABK kapal wisata tersebut, bukan ingin mencari sensasi atau panjat sosial (pansos). Tapi karena menduga telah telah terjadi kelalaian atas musibah tersebut.

BACA JUGA:Beli BBM di Tasikmalaya Masih Seperti Biasa, Pertamina Buka 5 Posko Pendaftaran Pembelian Pertalite dan Solar

Apalagi, sambung dia, sesuai kesaksian ayah dan adik-adiknya yang selamat dan ikut dalam rombongan kapal tersebut ada kelalaian dari kapten kapal dan ABK kapal wisata tersebut. 

“Saya bukan orang yang suka pansos atau cari perhatian public, apalagi degan keadaan saat ini. Justru karena saya sudah lama tinggal di Labuan Bajo dalam 6 tahun terakhir ini. Saya juga memiliki beberapa kapal di Labuan Bajo dengan regulasi yang sangat ketat, dari safety boat dan pengalaman crew boat yang memenuhi kriteria tinggi,” tulis Ayu Anjani di Instagram Story-nya, Jumat, 1 Juli 2022.

BACA JUGA:Oknum Guru Lecehkan Sejumlah Siswa, Kapolres Magelang Kota Minta Korban Segera Melapor
Sekedar diketahui Ayu Anjani sejak beberapa waktu terakhir menepi dari dunia hiburan tanah air, dan memilih fokus pada keluarga dan mengembangkan bisnis pariwisata di daerah Labuan Bajo.

“Mungkin ada beberapa juga yang tahu bagaimana SOP keamanan dan kenyamanan tamu di kapal kami selalu jadi hal terpenting yang selalu saya tingkatkan. Di Perusahaan saya jika ABK lalai tidak adanya inspeksi H-1 trip, minum miras tanpa adanya kontrol yang baik membuat mereka terlambat bangun, menyalahi SOP, tidak adanya kesigapan hingga membuat kenyamanan dan tamu terganggu, akan saya keluarkan tanpa kompensasi,” terangnya.

Namun karena kejadian tenggelamnya kapal wisata kapal itu bukan menggunakan kapalnya, Ayu Anjani pun mengaku kurang paham dengan baik pribadi ABK masing-masing. 

BACA JUGA:Wow! Mantan TKW Raup Rp200 Miliar dari Aksi Tipu Ribuan Investor Bisnis Trading

“Hanya yang saya tahu, KM Tiana sudah sering sailing beberapa kali setelah renovasi tanpa kendala,” tuturnya.

Ayu Anjani pun lantas membeberkan kronologis tenggelamnya kapal wisata tersebut berdasarkan pengakuan para korban, khususnya dari keluarganya. 

Mengingat saat musibah itu terjadi, selain ibu dan adiknya, di kapal wisata itu ada ayah, adik laki-lakinya, adik perempuannya yang lain beserta adik iparnya. Mereka kala itu pergi bersama-sama.

BACA JUGA:Tragis, Kaki Kiri-Kanan Pengendara Motor Patah, Usai Vespa Tabrakan dengan Mobil Boks di Kadipaten, Tasik

“Pada saat kejadian, KM Tiana dalam keadaan parkir (berhenting di moring), di area Pulau Kambing, (lokasi kapal bermalam sebelum menuju Pulau Padar), tidak sedang berlayar, tidak ada gelombang ataupun arus dan bukan karena kebocoran,” ungkapnya.

Kategori :