Kemenag Perkuat Kurikulum Berbasis Cinta, Menag: Semakin Paham Agama Semakin Toleran

Kemenag Perkuat Kurikulum Berbasis Cinta, Menag: Semakin Paham Agama Semakin Toleran

Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan penguatan Kurikulum Berbasis Cinta untuk membangun karakter peserta didik.-Kemenag -

RADARTASIK.COM - Kementerian Agama terus mengembangkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai upaya membentuk peserta didik yang memiliki sikap penuh kasih, toleran, dan peduli terhadap lingkungan.

Penguatan kurikulum tersebut, sebagaimana dilansir dari laman kemenag.go.id, diarahkan agar pembelajaran agama tidak hanya berfokus pada pengetahuan, tetapi juga mampu membentuk karakter dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai pendidikan agama harus mampu menghadirkan pemahaman yang membuat umat semakin dekat dengan ajaran agamanya masing-masing.

Menurutnya, pemahaman agama yang mendalam akan mendorong tumbuhnya kepedulian terhadap sesama, penghormatan atas perbedaan, dan tanggung jawab menjaga alam.

BACA JUGA:Piala Dunia FIFA 2026 di TVRI Putar Ekonomi Rp5,03 Triliun, UMKM hingga Horeka Ikut Merasakan Dampaknya

“Target jangka panjang kami adalah bagaimana semua umat beragama semakin dekat dan lengket dengan ajaran agamanya masing-masing. Semakin dalam seseorang memahami agamanya, maka ia akan semakin toleran dan penuh cinta kasih terhadap sesama,” kata Menag Nasaruddin Umar saat menjadi narasumber Podcast Open The Door di Jakarta yang tayang pada Minggu (19/7/2026).

Pendidikan Agama Humanis dan Peduli Lingkungan

Menag menjelaskan Kurikulum Berbasis Cinta dikembangkan untuk menanamkan kecintaan kepada Tuhan, sesama manusia, seluruh makhluk hidup, dan lingkungan.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi Kementerian Agama dalam menghadirkan pendidikan agama yang lebih humanis, moderat, dan relevan dengan kehidupan masyarakat.

Ia menegaskan kepedulian terhadap lingkungan harus ditanamkan sejak dini karena menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan sekaligus nilai keagamaan.

BACA JUGA:Bupati Cecep Dorong Guru Olahraga Cetak Atlet Berprestasi, Jambore IGORNAS Tasikmalaya Jadi Momentum

“Pemanfaatan alam boleh dilakukan, tetapi tidak boleh melampaui batas kewajaran dan daya dukungnya. Eksploitasi yang merusak lingkungan harus dicegah,” ujar Menag.

Menurutnya, seluruh ajaran agama mengandung pesan moral agar manusia tidak merusak alam dan menggunakan sumber daya secara berlebihan.

Pesan tersebut dinilai penting diperkuat dalam proses pembelajaran agar peserta didik memahami pentingnya menjaga kehidupan serta menghormati seluruh makhluk hidup.

Kementerian Agama juga menerima respons positif dari para pengawas pendidikan di berbagai daerah yang menilai Kurikulum Berbasis Cinta mampu menciptakan suasana belajar yang lebih humanis, harmonis, dan menghargai perbedaan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: