Wabup Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi Dorong Pemuda Go International Lewat Program IM Japan

Wabup Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi Dorong Pemuda Go International Lewat Program IM Japan

Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi saat membuka Seleksi Nasional Program IM Japan.-Istimewa-

RADARTASIK.COM – Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi resmi membuka Seleksi Nasional Program IM Japan di Gedung UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Tasikmalaya, Selasa 22 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya membuka akses kerja luar negeri bagi generasi muda, khususnya melalui peluang bekerja dan mengembangkan keterampilan di Jepang.

Seleksi ini diikuti peserta dari berbagai daerah. Selain Kabupaten Tasikmalaya dan wilayah Priangan Timur, peserta juga datang dari Kabupaten Subang hingga Provinsi Lampung.

Asep mengapresiasi Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) Kabupaten Tasikmalaya yang telah berkomitmen membuka peluang kerja global bagi masyarakat dan menekankan pentingnya kesiapan fisik, mental, dan kedisiplinan bagi para peserta yang mengikuti proses seleksi.

BACA JUGA: MUI Dorong Pelaku Usaha Segera Urus Sertifikasi Halal

BACA JUGA: HAORNAS ke-43, Dedi Mulyadi Ingatkan Pentingnya Sportivitas dan Kejujuran

”Kepada para peserta, kami meminta agar menjaga disiplin, fisik, dan mental pantang menyerah demi meraih masa depan cerah di Negeri Sakura,” ujarnya.

Asep juga mengingatkan para peserta agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diperoleh.

Menurutnya, setiap individu memiliki potensi yang dapat dikembangkan melalui kerja keras dan kesungguhan.

Dia menilai kemalasan menjadi salah satu hambatan yang harus dihadapi generasi muda dalam meraih masa depan.

”Setiap individu manusia itu sudah diberi kelebihan sama Allah SWT. Jangan sia-siakan. Yang menjadi kendala itu hanya satu saja: malas,” katanya.

Asep turut mengingatkan peserta mengenai perjuangan orang tua yang telah memberikan dukungan, baik secara materi maupun doa, sejak anak-anak hingga menyelesaikan pendidikan.

Dia meminta para peserta mengikuti seleksi dengan serius dan menjadikan kesempatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperbaiki kehidupan keluarga.

”Nasib itu akan sesuai dengan apa yang kita perjuangkan hari ini. Ketika orang punya pekerjaan, ketika orang punya pendapatan, secara otomatis dia keluar dari zona kemiskinan,” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: