Kepala BSKAP Kunjungi Pesantren Al-Furqon Singaparna, Motivasi Santri Tasikmalaya Jelang Tes Akademik
Kepala BSKAP Kemendikdasmen RI, Prof Dr Toni Toharudin SSi MSc, mengunjungi Pesantren Muhammadiyah Al-Furqon Singaparna, Sabtu 18 Oktober 2025. istimewa for radartasik.com--
TASIKMALAYA, RADARTASIK.COM – Menjelang pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) untuk jenjang SMA sederajat pada November 2025, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen RI, Prof Dr Toni Toharudin SSi MSc, mengunjungi Pesantren Muhammadiyah Al-Furqon Singaparna, Sabtu 18 Oktober 2025.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi kelembagaan dan pembinaan langsung terhadap pengelolaan pesantren.
Prof Toni yang juga merupakan anggota Badan Pembina Pesantren (BPP) Al-Furqon disambut hangat oleh jajaran pimpinan pesantren di ruang Mudir.
Turut hadir Wakil Mudir I Bidang Pengasuhan & Sarana Prasarana Ustaz Uus Husni Hirjin LC MPd, Wakil Mudir III Bidang Ekonomi, Litbang & Tata Ruang Ustaz Acep Subhan Abdillah MAg, Sekretaris Pesantren Ustaz Iboy M Iqbal, serta para kepala madrasah dan pembina santri.
BACA JUGA:Dari Tragedi Bintaro, Timor Timur Lepas dari Indonesia, hingga Black Monday Guncang Dunia
Dalam pertemuan hangat itu, Prof Toni -putra asli Tasikmalaya- memberikan arahan tentang tata kelola pesantren yang adaptif terhadap kebijakan pendidikan nasional.
Ia juga menyerahkan hibah buku bacaan dari Kemendikdasmen sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan literasi santri.
Usai berdialog, Prof Toni meninjau laboratorium komputer tempat para santri kelas akhir mengikuti pembelajaran.
Di hadapan mereka, ia menyampaikan motivasi menjelang pelaksanaan TKA.
BACA JUGA:Hasilkan Foto Main Golf Realistis dengan Prompt AI, Praktis Banget!
Menurutnya, TKA merupakan langkah pemerintah untuk meminimalisir penilaian subyektif sekolah terhadap siswanya.
“Dengan TKA, setiap siswa dari sekolah mana pun memiliki kesempatan yang sama untuk masuk ke perguruan tinggi negeri,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar santri memilih bidang TKA yang paling dikuasai dan sesuai jurusan kuliah yang diminati, sehingga peluang diterima di perguruan tinggi semakin besar.
Suasana di laboratorium pun terasa antusias. Para santri aktif bertanya dan menyimak setiap arahan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: