Kasus Pencatutan Nama Pejabat Marak Terjadi, Berikut Tips dari Kadiskominfo Kota Banjar

Kasus Pencatutan Nama Pejabat Marak Terjadi, Berikut Tips dari Kadiskominfo Kota Banjar

Kepala Diskominfo Kota Banjar Dede Tito Ismanto ST ME saat ditemui di kantornya. anto sugiarto / radartasik.disway.id--

Kasus Pencatutan Nama Pejabat Marak Terjadi, Berikut Tips dari Kadiskominfo Kota Banjar

BANJAR, RADARTASIK.COM - Kasus pencatutan nama pejabat di Kota Banjar tidak hanya menimpa satu dua orang saja, tapi hampir semua mengalaminya. 

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Banjar Dede Tito Ismanto ST ME memberikan tipsnya. 

"Pencatutan nama sering terjadi, biasanya setelah pergantian pejabat (rotasi mutasi Red)," paparnya, Jumat 22 Maret 2024. 

BACA JUGA:Alhamdulillah, Jelang Persib Lawan Bhayangkara FC Tidak Ada Pemain Cedera, Ini Update Kondisi Pemain Persib

Pihaknya memberikan kiat-kiat (tips) agar terhindar dari korban pencatutan jika mendapatkan pesan dari nomor baru menggunakan photo dan nama pejabat. 

Jika menerima pesan singkat melalui WhatApps dengan nomor baru dan tidak dikenal agar tidak langsung percaya begitu saja. 

Akan tetapi harus dicek lebih dulu kebenaran dan kalau bisa diajak video call (VC) melalui WhatsApp supaya jelas benar atau tidak. 

"Kalau bisa dilayani terus keinginan si penipu (pencatut nama pejabat), sampai mengirimkan nomor rekening," jelasnya.

BACA JUGA:Pengurus Masjid Baiturrahman Akan Dibawa Studi Tiru ke Masjid Raya Al-Falah

"Kalau bukan nomor rekening yang dimaksud (pejabat), malah kirim yang lain jangan langsung percaya begitu saja karena itu penipuan," tambahnya. 

Maka dari pada itu dihimbau agar lebih berhati-hati lagi jika menerima pesan singkat melalui WhatApps yang mengatasnamakan nama pejabat. 

Karena kejadian seperti itu sering terjadi dan tidak bisa ditangani karena perkembangan teknologi yang terus berkembang. 

Foto dengan mudah bisa diakses dan didapatkan begitu saja, sehingga tidak mudah untuk dihindari kecuali diri sendiri jaga privasi (tidak mengubar foto dan identitas di media sosial). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: