Puasa Ramadhan di Alaska Tantangannya Bukan Main-Main, Saat Musim Panas Siang Hari Bisa Sampai 22 Jam

Puasa Ramadhan di Alaska Tantangannya Bukan Main-Main, Saat Musim Panas Siang Hari Bisa Sampai 22 Jam

Tantangan puasa Ramadhan di Alaska. Foto: freepik/reka foto--

Puasa Ramadhan di Alaska Tantangannya Bukan Main-Main, Saat Musim Panas Siang Hari Bisa Sampai 22 Jam

RADARTASIK.COM— Alaska terkenal dengan pemandangan menakjubkan dan fenomena alamnya yang unik, namun menjalankan puasa Ramadhan di Alaska tantangannya luar biasa.

Jika melihat durasi siang atau malam yang terjadi di sana sungguh luar biasa menjalankan puasa Ramadhan di Alaska.

Karena waktu terbit dan terbenamnya matahari di sana berbeda dengan kebanyakan negara lain, khususnya Indonesia.

BACA JUGA: Bruno Moreira Gabung Persib dan David da Silva ke Persebaya Jadi Opsi Pertukaran Striker Musim Depan?

BACA JUGA: Mudah Cara Mencegah Tikus di Rumah Tanpa Membunuhnya

Bagi umat Islam yang tinggal di sana, menjalankan puasa Ramadhan di Alaska menawarkan serangkaian tantangan tersendiri.

Tantangan puasa Ramadhan di Alaska terletak pada durasi waktu yang ekstrem, saat musim panas di sana siang hari bisa sampai 20 atau 22 jam.

Pada musim panas itu ada fenomena matahari tengah malam, di mana matahari tetap terlihat walaupun sudah masuk waktu malam.

Sebaliknya saat musim dingin tiba, durasi siang hari menjadi pendek karena matahari terbenam lebih cepat.

BACA JUGA: Rating Pemain Monza vs AC Milan: Luka Jovic dan Malick Thiaw Biang Kerok Kekalahan Rossoneri

BACA JUGA: Palladino Ungkapkan Rahasia Kalahkan AC Milan, Pakai Formasi 4-2-3-1 Setelah Melihat Laga Melawan Rennes

Hal ini menimbulkan dilema unik bagi umat Islam yang menjalankan puasa Ramadhan di Alaska karena mereka harus berpuasa dari subuh sampai matahari terbenam berdasarkan waktu setempat.

Hal ini bisa menjadi pengalaman yang berat ketika tidak ada perbedaan yang jelas antara siang dan malam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: