Utang Jamkesda Rp 13 Miliar ke RSUD dr Soekardjo Membuat Malu Anggota Dewan Tasikmalaya

Utang Jamkesda Rp 13 Miliar ke RSUD dr Soekardjo Membuat Malu Anggota Dewan Tasikmalaya

Ketua Fraksi PPP DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Hidayat Muslim. istimewa--

Utang Jamkesda Rp 13 Miliar ke RSUD dr Soekardjo Membuat Malu Anggota Dewan Tasikmalaya

TASIKMALAYA, RADARTASIK.COM - Utang Jamkesda Pemkab Tasikmalaya ke RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya sebesar Rp 13 miliar dan rumah sakit lainnya membuat para anggota dewan malu.

Ketua Fraksi PPP DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Hidayat Muslim mengatakan, permasalahan utang Jamkesda ke RSUD dr Soekardjo itu membuat malu seluruh anggota dewan Kabupaten Tasikmalaya. 

"Malu saya sekarang. Punya utang ke RSUD dr Soekardjo. Masyarakat yang sakit ditolak (mendapatkan pelayanan, Red) akibat beban utang itu," paparnya, Jumat 9 Februari 2024.

BACA JUGA:Forum Komunikasi Putra Ajengan Tasikmalaya Keluarkan Seruan Khusus Jelang Pemilu 2024, ini Isinya

Permasalahan utang tersebut, terang dia, selalu menjadi pekerjaan rumah yang setiap tahun muncul serta tak bisa diselesaikan.

Padahal DPRD Kabupaten Tasikmalaya selalu mendorong dan mengingatkan pemerintah daerah agar memperhatikan utang tersebut.

"Selama ini anggaran hanya disalurkan untuk kegiatan yang bersifat politis. Masa hanya Rp 13 miliar tidak sanggup membayarnya," terang Hidayat Muslim.

Menurut dia, selain tidak ada upaya atau kebijakan yang serius dari Pemkab, pemerintah terkesan hanya memprioritaskan anggaran berdasarkan kebutuhan politis saja. 

BACA JUGA:Dengan Teknologi TWS Dua Speaker Terbaru 2024 Polytron Resmi Diluncurkan

"Akhirnya pelayanan dasar masyarakat tidak terpenuhi salah satunya ini biaya jamkesda yang masih berhutang," bebernya.

Sejak dulu hingga kini pihak DPRD sudah mengingatkan terus menerus kepada pihak TAPD. 

"Ini bahkan kita sampaikan, dan wanti-wanti setiap pembahasan agar utang tersebut bisa segera di selesaikan," tambah Hidayat.

Intinya dalam hal ini, ada ketimpangan secara kebijakan secara politis dan berbanding terbalik untuk memenuhi kebutuhan dasar salah satunya kesehatan masyarakat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: