BPIH 2024 Turun, Kemenag Jelaskan Alasannya

BPIH 2024 Turun, Kemenag Jelaskan Alasannya

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Hilman Latief.-Kemenag-

”Jadi berapa biaya haji yang dibayar jemaah (Bipih), belum ditetapkan. Kita menunggu seberapa besar BPKH akan menyiapkan alokasi anggaran nilai manfaat. Sebab, biaya yang ditanggung jemaah sangat tergantung pada nilai manfaat yang dialokasikan BPKH,” kata dia.

Hilman menjelaskan BPIH 2024 turun karena ada penyesuaian sejumlah komponen biaya. Ongkos penerbangan pada usulan awal rata-rata Rp 36,018 juta. Setelah dibahas bersama dalam ditekan menjadi Rp 33,427 juta.

BACA JUGA: Bikin Bangga, Pelajar SDN 1 Sukamaju Tasikmalaya Jadi Wakil Lomba Bridge Tingkat Nasional

Penyesuaian juga terjadi pada harga akomodasi di Makkah. Usulan awal yang mencapai SAR 4.653 menjadi SAR 4.230. Akomodasi di Madinah juga ada penyesuaian dari SAR 1.454 menjadi SAR 1.325.

Penyesuaian biaya bisa dilakukan pada konsumsi jemaah yang awalnya SAR 18,50 turun menjadi SAR 16,50 untuk makan siang dan malam serta SAR 10,00 untuk sarapan.

Penurunan yang sangat signifikan terjadi pada kurs Dolar AS dan Riyal Saudi. Setelah dibahas bersama dengan ahli keuangan, Panja BPIH 2024 menyepakati kurs dolar menjadi Rp 15.600 dari Rp 16.000. Sedangkan kurs Riyal Saudi dari Rp 4.266,67 menjadi Rp 4.160.

Dia menambahkan penyesuaian pun terjadi pada komponen pembiayaan lain sehingga Panja menyepakati BPIH 2024 turun menjadi Rp 93,4 juta.

BACA JUGA: Aturan Baru Kantor Kemenag Bisa Jadi Rumah Ibadat Sementara, Simak Syarat Permohonannya

”Kami berterima kasih kepada Komisi VIII atas kerja bersama dalam membahas BPIH. Kami berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada jemaah haji Indonesia,” pesan dia.

Selisih dari BPIH 2023

Jika BPIH 2024 sebesar Rp 93,4 juta, maka berarti ada selisih biaya pada kisaran Rp 3,4 juta dibandingkan dengan BPIH 2023.

Hilman menjelaskan ini terjadi karena ada penyesuaian harga pada sejumlah komponen antara lain:

BACA JUGA:Terlelap Tidur saat Hujan, Motor Matik Milik Warga Kota Banjar Raib Dicuri Beserta STNK

1. Kenaikan biaya penerbangan dari awalnya Rp 32,743 juta menjadi Rp 33,427 juta

2. Penambahan layanan makan di Makkah. Tahun ini ada pemberhentian sementara layanan konsumsi pada sehari sebelum puncak haji dan dua hari setelah puncak haji. Tahun depan selama di Makkah, jemaah sepenuhnya mendapat layanan konsumsi sehingga total mencapai 84 kali makan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: