Wali Kota Banjar Kaget Harga-Harga di Pasar Meroket! Tak Ada Lagi Beras Rp10 Ribu Per Kilogram

Wali Kota Banjar Kaget Harga-Harga di Pasar Meroket! Tak Ada Lagi Beras Rp10 Ribu Per Kilogram

Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih kaget menemukan harga-harga di pasar yang meroket.-Foto: anto sugiarto/radartasik.disway.id-

Wali Kota Banjar Kaget Harga-Harga di Pasar Meroket! Tak Ada Lagi Beras Rp10 Ribu Per Kilogram

KOTA BANJAR, RADARTASIK.COM - Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih kaget saat melakukan pengecekan harga-harga kebutuhan pokok di pasar Kota Banjar.

Wali Kota Banjar kaget saat tahu kalau harga-harga di pasar meroket dan berat bagi masyarakat.

Kegiatan pengecekan bahan makan p[okok ke pasar di Kota Banja ini dilakukan Wali Kota Banjar untuk mengetahui persediaannya apakah terpenuhi atau tidak. Akan tetapi ternyata Wali Kota dikejutkan dengan sejumlah harga-harga di pasar meroket.

 BACA JUGA:Mantap Ragam Knalpot Akrapovic untuk Kawasaki Eropa, Replika Knalpot WSBK Ninja ZX-10RR Legal untuk Jalanan

Contohnya untuk harga beras yang menjadi kebutuhan pokok dan makanan sehari-hari bagi masyarakat, saat ini harganya meroket tinggi. Beras dengan standar paling murah, tidak ada lagi yang harganya Rp10 ribu per kilogram. 

Padahal sebelumnya harga beras medium saja hanya di kisaran harga Rp11 ribu per kilogram dan beras premium di harga Rp12 ribu per kilogramnya. Saat ini harga beras medium Rp12.500, - per kilogramnya dan harga beras premium dikisaran Rp13 ribu hingga Rp14 ribu per kilogramnya.

"Kenaikan harga beras mau tidak mau kita harus subsidikan dengan bulog. Agar harga berasnya sesuai dengan harga eceran tertinggi," ucapnya.

Harga beras SPHP atau beras subsidi dari bulog jenis medium, harga eceran tertingginya sekitar Rp10.900 per kilogramnya. 

BACA JUGA:Tergeletak Menangis di Lapangan, Mantan Bek Persija Ditenangkan Striker Persib hingga Bobotoh Beri Dukungan

Namun harga tersebut jauh berbeda dengan yang ada di pasar Banjar, sehingga membuat pedagang juga pembeli mengeluh. 

"Perbandingan harganya tidak terlalu tinggi, hanya saja jika beli dalam jumlah cukup banyak memang dirasa berat," katanya. 

Wali Kota menambahkan, kenaikan harga beras tersebut tidak hanya terjadi di Kota Banjar tapi hampir seluruh wilayah Indonesia imbas faktor cuaca elnino. 

Sehingga persediaan beras di wilayah penghasil beras berkurang yang membuat harganya naik meski tidak terlalu signifikan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: