Santri Baru Pesantren Muhammadiyah Afsi Jalani Fortasi

Santri Baru Pesantren Muhammadiyah Afsi Jalani Fortasi

Santri baru Pesantren Muhammadiyah Afsi jalani Fortasi.-Istimewa-

Santri Baru Pesantren Muhammadiyah Afsi Jalani Fortasi

TASIKMALAYA, RADARTASIK.COM – Setelah diserahterimakan pada Minggu, 2 Juli 2023, santri baru Pesantren Muhammadiyah Al-Furqon Singaparna (Afsi) Kabupaten Tasikmalaya menjalani Fortasi (Forum Ta’aruf dan Orientasi Santri).

Kegiatan yang diagendakan Senin 3 Juli 2023 sampai Jumat 7 Juli 2023 dibuka oleh Plt Mudir Pesantren Ustaz Uus Husni Hirjin Lc.

Ustaz Uus berpesan agar para santri serius mengikuti kegiatan Fortasi. ”Buktikan dengan mengikuti seluruh aturan yang ada,” pesannya.

BACA JUGA: 5 Restoran Rekomended di Kota Banjar yang Wajib Dikunjungi Saat Liburan Sekolah

Selain itu, para santri mesti meningkatkan rasa ingin kenal kepada teman-teman baru agar lebih banyak teman sehingga betah di pesantren.

Paling utama adalah niatkan semuanya karena Allah. ”Awali semua kegiatan dengan lafaz basmalah agar menjadi ibadah,” tambahnya.


Ustaz Ali Ahmad Fauzi MAg sebagai Wakil Mudir Bidang Pendidikan dan Pengasuhan mengungkapkan kegiatan Fortasi ini diarahkan agar para santri baru bisa mengenali Pesantren Al-Furqon lahir batin dengan mengenali bangunan fisiknya, program dan kurikulumnya juga orang-orang yang berkiprah di dalamnya.

”Setelah mengenali, maka akan akrab dan betah di pesantren dan tidak canggung untuk saling menolong, memperbaiki, saling berbagi ide dan seterusnya,” ungkap dia.

BACA JUGA: Mau Liburan di Pangandaran? Begini Cara Pesan Paket Body Rafting Green Canyon, Harga Mulai Rp 125 Ribuan

Ustaz Ali mengemukakan jargon Fortasi kali ini yaitu Mandiri, Islami, Berprestasi. Mandiri adalah membangun kesadaran untuk bisa melayani diri sendiri dan memberi solusi bagi orang lain.

Sementara islami maksudnya adalah menghiasi seluruh aktivitas dengan nilai-nilai Islam. ”Minimal menyapa sesama, asatiz dan siapa pun dengan ucapan salam,” jelasnya.

Sedangkan berprestasi maksudnya adalah menghasilkan sesuatu yang membuat diri berharga. ”Berharga karena karya nyata, berharga karena ada pencapaian yang membuat diri dan keluarga bangga,” terangnya.

Ustaz Ali juga mendorong para santri bahwa prestasi terdekat ketika nanti bertemu orang tua di bulan Agustus untuk menyampaikan, ”Mah, Pa, Abi, Umi, Alhamdulillah saya betah di Al-Furqon. Saya siap 6 tahun belajar di Al-Furqon,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: