Gonjang-ganjing Al Zaytun Hacker Fredens of Security Klaim Jebol 45.780 Data

Gonjang-ganjing Al Zaytun Hacker Fredens of Security Klaim  Jebol 45.780 Data

Gonjang-ganjing Al Zaytun semakin panas setelah para hacker mengklaim sudah melakukan serangan cyber acak-acak data pesantren itu.-radarcirebon.com-

Hacktivist Indonesia tidak hanya menyerang Al Zaytun dan Panji Gumilang. Tetapi juga turut mengungkit peran pemerintah mengatasai gonjang-ganjing Al Zaytun.

BACA JUGA:Nokia G42 5G Bisa Diperbaiki Sendiri di Rumah, Penasaran Kan? Simak Spesifikasi di Sini

Hacktivist Indonesia menganggap sudah cukup banyak bukti kalau pondok pesantren ini sudah layak ditutup Sebab ajaran-ajarannya sudah dianggap banyak yang menyimpang.

"Pemerintah jangan diam, jangan takut untuk bertindak. Jika kalian lemah dan tidak tegas, lantas untuk apa pemerintahan ini dibentuk,” begitu isi pesan hacker Fredens of Security.

Kelompok hacker yang beridentitas Official Forum Fredens of Security ini mengaku berlokasi di Amerika Serikat. 

Bukan saja mempublis kebocoran data, Fredens of Security juga mempersoalkan dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk pelajar di Mahad Al Zaytun yang diberikan Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia.

BACA JUGA:Urokodaki Sakonji, Mantan Hashira yang Jadi Guru Tanjiro di Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba

"Oh ternyata kamu yang kasih Rp 4 miliar ke Al Zaytun, mau merasakan serangan seperti Al Zaytun? tulis mereka seraya mengancam menyerang Kemenag Republik Indonesia.

Walaupun hacker sudah mengklaim mengacak-acak data Al Zaytu, sampai Minggu, 2 juli 2023, Radartasik.com masih mendapati website Mahad Al Zaytun ternyata tetap dapat diakses secara normal.

Begitu juga website sub domainnya yang berisi daftar online dan laman utama tak berubah.

Tetapi para hacker yang melakukan peretasan tetap mengklaim sudah membocorkan data Al Zaytun.

Serangan cyber selama gonjang-ganjing Al Zaytun belum ada solusi, menurut mereka akan terus dilakukan.

Versi dan klaim para hacker itu, sekarang pertahanan cyber dari pondok pesantren Al Zaytun Indramayu sudah runtuh.

Beberapa website dan sub domain website seperti pendaftaran santri, transaksi keuangan hingga lainnya sudahk-ac mereka acak-acak dan dipublikasikan.

"1.500 data transaksi Institut Agama Islam Al Zaytun. Perbankan: Bank Mandiri. Nomor rekening 134-00-0067xxx-0 dan 134-00-444xxx-1," tulis peretas itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: