2 Rute Perjalanan Tasik-Jakarta via Darat Tanpa Jalur ‘Horor’ Tanjakan Gentong

2 Rute Perjalanan Tasik-Jakarta via Darat Tanpa Jalur  ‘Horor’ Tanjakan Gentong

Perjalanan Tasik-Jakarta via Jalur Tanjakan Gentong sering macet kalau akhir pekan. Rute lain bisa melalui Garut dan ke Majalengka.-dok.radartasik.disway.id-

Apalagi yang tidak mengetahui medan, salah-salah bisa lebih lama karena keliru mengambil jalan. Terutama ke jalur Tasikmalaya arah Majalengka. 

BACA JUGA:5 Titik Horor Perjalanan Tasik – Jakarta via Jalur Darat Sulit untuk 'Pamer Susu'

Walaupun ada panduan map dari banyak aplikasi adakalanya sinyal buruk. Kondisi malam hari di kawasan itu sepi, sulit juga bertanya ke warga.

Kalau perjalanan Tasik-Jakarta melalui 2 rute itu siang hari selain tidak Begitu padat lalu lintasnya, juga bisa menikmati indahnya pemandangan sepanjang perjalanan.

Rute melalu Singaparna-Garut_Nagreg, pemandangannya dominan pesawahan. Apalagi di daerah Salawu mendekati perbatasan Kabupaten Garut.

Anda akan disuguhi pemandangan terasiring dan Sungai Ciwulan yang meliuk-liuk bagaikan ular di bawahnya.

BACA JUGA:Bikin Pengendara Makin Gagah dan Macho, Black Edition CB650R Nggak Kaleng-Kaleng

Kalau musim kemarau air Sungai Ciwulan tampak jernih mengalir disela-sela batu-batu besar.

Kawasan pesawahan Salawu favorit turis-turis bule Eropa. Dulu mereka kebanyakan para mantan serdadu era pendudukan dan perang dunia II yang bernostalgia ke Priangan Timur. Tempat mereka pernah bertugas di masa perang itu.

Para turis bule itu sering berhenti di pinggir jalan untuk mengabadikannya dengan jepretan foto atau rekaman video.

Ada yang menyamakan kalau pesawahan terasiring Salawu tidak kalah pesonanya dengan pesawahan di Ubud Bali.

Lepas dari Salawu masuk ke Kabupaten Garut yang merupakan kawasan wisata dan juga pusat kerajinan kulit.

Kalau Anda perjalanan Tasik-Jakartanya memang tidak tergesa-gesa, lalu ingin mampir untuk membawa buah tangan cocok juga. Ada beragam kerajinan kulit khas Garut mulai tas, dompet, sabuk, jaket hingga sepatu.

Modenya terbilang menarik dan kekinian. Harganya tentu menyesuaikan dengan kualitas. Semakin kualitas tinggi harganya juga lebih mahal Tentunya.

Produk kerajinan kulit lainnya ada makanan berupa kerupuk kulit. Namanya lebih dikenal dengan dorokdok.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: