Obat Sirup Praxion Ditarik dari Peredaran, Syahril Sebut Pernah Diminum Anak Gangguan Ginjal Akut

Obat Sirup Praxion Ditarik dari Peredaran, Syahril Sebut Pernah Diminum Anak Gangguan Ginjal Akut

Produksi obat sirup Merk Praxion distop sementara terkait munculnya kasus gagal ginjal akut baru di Wilayah DKI Jakarta.--Ilustrasi/freepik--

JAKARTA, RADARTASIK.COM – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memerintahkan produksi dan distribusi obat sirup Praxion distop sementara. Produk jadi obat sirup Praxion ditarik dari peredaran.

Lembaga pengawas obat itu pun telah menerima voluntary recall (penarikan produk secara sukarela) dari produsen obat sirup Praxion.

Perintah penghentian sementara produksi dan distribusi obat sirup Praxion berkaitan dengan munculnya kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal (GGAPA) terbaru di DKI Jakarta.

Seperti disampaikan Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr M Syahril bahwa pasien GGAPA yang meninggal dunia pernah diberi obat sirup Praxion sebagai penurun panas.

BACA JUGA: Obat Sirup Makan Korban Lagi, 1 Anak Terkonfirmasi GPPA Meninggal Dunia, 1 Anak Masih Jalani Perawatan

Dilansir laman Kemenkes bahwa Kementerian Kesehatan mendapatkan laporan kasus baru GGAPA setelah tidak adanya kasus baru sejak awal Desember tahun lalu.

”Penambahan kasus tercatat pada tahun ini, 1 kasus konfirmasi GGAPA dan 1 kasus suspek,” ujar Syahril di Jakarta, Senin 6 Februari 2023.

Dua kasus GGAPA tersebut dilaporkan oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Kemenkes meminta agar dinas kesehatan daerah lain untuk aktif memantau pasien dengan gejala GGAPA.

BACA JUGA: Pasien Gangguan Ginjal Akut Sulit Kencing, Bunda Wajib Waspada!

Jika ditemukan pasien dengan gejala GGAPA, dinas kesehatan juga segera merujuk ke rumah sakit yang telah ditunjuk Kemenkes untuk menangani pasien tersebut.

Syahril menjelaskan kronologi dua kasus GGAPA di DKI Jakarta.

Menurut dia, satu kasus terkonfirmasi GGAPA merupakan anak berusia 1 tahun. Dia mengalami demam pada tanggal 25 Januari 2023 dan diberikan obat sirup penurun demam yang dibeli di apotek dengan merk Praxion.

Pada tanggal 28 Januari 2023, pasien mengalami batuk, demam, pilek, dan tidak bisa buang air kecil (anuria). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: