Simak, Pengganti BBM di 2023, Tekanan CNG Melebihi Pertamax Turbo, Listrik Ramah Lingkungan, Ayo Pilih Mana

Simak, Pengganti BBM di 2023, Tekanan CNG Melebihi Pertamax Turbo, Listrik Ramah Lingkungan, Ayo Pilih Mana

Ilustrasi. Full tank CNG bisa tempuh 100 Km. Harga CNG per liter hanya Rp 3 ribuan--Denuah Skh-YouTube Channel--

JAKARTA, RADARTASIK.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan dua bahan bakar pengganti BBM di 2023.

Dua bahan bakar pengganti BBM di 2023 untuk sepeda motor dan mobil yakni CNG (compressed natural gas) dan bahan bakar listrik.

Rencana penggunaan bahan bakar pengganti BBM di 2023 untuk transportasi darat disampaikan Direktur Utama PGN M Haryo Yunianto.

Haryo Yunianto memproyeksikan program pengganti BBM di 2023 alias konversi BBM ke BBG akan mengoptimalkan pemanfaatan SPBG milik Pertamina yang dibangun menggunakan dana mandiri dan APBN.

BACA JUGA: Cling! Kualitas CNG Setara Pertamax Turbo RON 98, Harga Bahan Bakar Baru Pengganti Pertalite Hanya Rp 3 Ribuan

Saat ini ada 35 SPBG (Stasiun Bahan Bakar Gas) untuk direaktivasi secara bertahap. Saat ini sudah 3 unit di Semarang yang telah direvitalisasi.

Dilansir dari laman Pertamina, Haryo memaparkan target konversi untuk sepeda motor sebanyak 100 ribu unit.

Ukuran tabung CNG berukuran 14 x 53 cm. Ukuran ini cukup ringkas.

Dia menjamin penempatan tabung aman di sebelah kiri dan kanan kolom kemudi tanpa mengurangi kenyamanan berkendara.

BACA JUGA: Harga BBM Resmi Naik, Cek Harga Pertalite dan Harga Pertamax 14 Desember 2022

Tabung berbahan baja dan berstandar keselamatan tinggi.

Tabung memiliki kapasitas 2.5 liter setara premium (lsp) dapat mendukung daya jelajah hingga 100 km dalam sekali pengisian penuh.

Komposisi utama CNG untuk sepeda motor adalah metana yang bersih dan beroktan tinggi mampu memberikan manfaat performa mesin yang baik dan gas buang yang ramah lingkungan.

Lanjut Haryo, penggunaan BBM ke BBG pada sepeda motor dapat meningkatkan kesejahteraan atas potensi penghematan harga bahan bakar hingga 55% setara Rp 6,9 juta per tahun (konsumsi 4 liter BBM Pertalite per hari).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: esdm.go.id