KH Asep Minta Jangan Ada Lagi Perundungan

KH Asep Minta Jangan Ada Lagi Perundungan

Anggota DPR RI F-PPP KH Asep minta jangan ada lagi perundungan.-Istimewa-

CIAMIS, RADARTASIK.COM – Marak dan viralnya generasi muda, khususnya para pelajar sekolah yang menjadi korban perundungan yang dilakukan sesama pelajar ataupun orang tua.

Hal itu menjadi perhatian serius dari KH Asep Maoshul Affandy kepada masyarakat di Dapil Jawa Barat (Jabar) X yang terdiri dari Kota/Kabupaten Kuningan, Ciamis, Banjar dan Pangandaran. 

Maka dari itu, untuk mengkampanyekan setop perundungan sebagai program pencegahan dan perlindungan dalam mewujudkan anti kekerasan di lingkungan sekolah atau masyarakat.

Hal itu disampaikan KH Asep dalam kesempatan sosialisasi Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara di Desa Imbanagara Kabupaten Ciamis, Senin (21/11/2022).

BACA JUGA: Ini Jadwal Pencairan BLT BBM Tahap II 2022 Menurut Sri Mulyani

Ia merasa prihatin atas banyaknya video tersebar tindakan perundungan di media sosial yang tidak pantas untuk dilihat dan dilakukan.

”Sehingga ini menjadi sebuah catatan tersendiri bagi saya untuk mengumpulkan para stakeholder pendidikan, baik formal dan non formal. Tentunya agar sama-sama saling bahu-membahu memberikan pengawasan khusus terhadap akhlak para siswa binaannya masing-masing,” katanya.  

Mengingat, memberikan pengawasan terhadap generasi penerus adalah kewajiban bersama, baik orang tua, guru, aktivis pendidikan, anggota legislatif, dan lainnya. 

Untuk itu, diperlukan adanya kolaborasi yang baik yang bisa meningkatkan pengawasan dan teladan yang baik bagi siswa, agar tidak ada lagi perundungan atau bullying.

BACA JUGA: Pasti! UMP Jabar Naik 2023, Tapi Buruh dan Pengusaha Belum Klik, Kini Tunggu Keputusan Kang Emil

”Perlu kolaborasi antara guru, orang tua, anggota legislatif dan semua pihak yang terlibat dan bertanggung jawab terhadap adab dan karakter para generasi penerus bangsa. Tentunya untuk menjaga akhlak generasi bangsa ke depan yang lebih baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, perlunya penguatan ekosistem dalam pengoptimalan semangat belajar siswa dengan memahami empat pilar berbangsa dan bernegara. 

Seperti memahami Pancasila dan Undang-Undang Dasar 45 adalah bagian instrumen yang bisa dijadikan sebagai alat untuk membawa kembali akhlak para pelajar ke jalan yang benar.

”Sebab di dalamnya empat pilar ini, ada gagasan-gagasan religius yang bisa membuat siswa dan masyarakat sadar akan pentingnya pendidikan ilmu dan pendidikan karakter. Pastinya itu sesuai dengan ajaran para leluhur kita yang sangat baik,” katanya.

Sumber: