Kuota Transmigran di Kabupaten Tasik Belum Turun

Kuota Transmigran di Kabupaten Tasik Belum Turun

SINGAPARNA - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat sosialisasi program Transmigrasi 2021 bagi warga Kabupaten Tasikmalaya yang memiliki animo menjadi transmigran, kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Desa Cikunir Kecamatan Singaparna.


“Persyaratan disampaikan agar mereka tahu persis apa yang harus dipersiapkan dalam rangka ikut sebagai program transmigrasi tahun ini. Insyaallah ada provinsi tujuan penempatan, di antaranya di Kalimantan dan Sulawesi,” ujar Kepala Bidang Penempatan, Perluasan Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat Rudibillah kepada Radar, Jumat (19/3/2021).

Kata Rudibillah, kuota dari Kementerian cukup terbatas dan saat ini pun masih menunggu penentuan jumlahnya. Sambil menunggu, pihaknya sosialisasi kepada para calon peserta transmigran di Kabupaten Tasikmalaya, sehingga ketika kuota turun sudah siap.

Kata dia, pada tahun 2020 untuk Kabupaten Tasikmalaya itu mendapatkan kuota sebanyak lima, namun karena dampak Covid-19 akhirnya anggaran yang dialokasikan untuk program transmigrasi dialihkan ke penanganan pandemi.

“Jawa Barat hanya mendapatkan 40 kuota, itu merupakan putusan dari pusat. Ketika sudah ada kuota keluar kita sebar ke 27 kota/kabupaten. Kita undang mereka dan itu juga skala prioritas. Kota/kabupaten yang sudah mengirimkan tahun sebelumnya istirahat dulu, diutamakan yang belum memberangkatkan, sehingga ada pemerataan,” kata dia.

Rudibillah menjelaskan, calon transmigran harus memiliki minat yang kuat. Mereka memiliki kemampuan dasar minimal di daerah yang potensi alamnya pertanian, maka harus memiliki kemampuan bertani dan penempatannya di sana adalah daerah pertanian. Jadi penempatan itu berdasarkan potensi dan minat daripada animo masyarakat.

Calon transmigran sendiri akan menerima fasilitas dari pemerintah berupa tanah dua hektare untuk lahan produksi, ada lahan pekaranagn untuk rumah. Jadi lumayan luas untuk mereka yang di daerahnya memiliki kemampuan keterampilan. Dengan program transmigrasi ini, ditempatkan yang memang diberikan lahan untuk aktivitas produksi kemudian kemampuan keterampilannya ada.

“Di daerah transmigrasi itu tergantung kesuksesan dan daya juang, keuletan dan kesabaran transmigran sendiri. Karena di sana mereka tidak berleha-leha, melainkan berusaha untuk mengolah tanah yang diberikan oleh pemerintah pusat,” ucapnya.

Lanjut dia, untuk biaya hidup sehari-harinya selama satu tahun pertama diberikan bantuan secara penuh. Namun tidak berbentuk uang melainakn berbentuk sembako. Itu satu tahun cukup untuk mereka beradaptasi dengan lingkungan sekitar dan setelah setahun harus belajar mandiri.

“Program ini cukup membantu karena banyak yang sukses, yang awalnya tidak memiliki aset namun mereka memiliki keterampilan dan ulet sehingga cukup berhasil. Ada juga yang sampai transmigran asal Jabar juga menjadi tokoh masyarakat di sana. Jadi anggota dewan, anak-anak bisa sekolah sampai perguruan tinggi dan lainnya,” ucapnya.

Kepala Bidang Tenaga Kerja pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Tenaga Kerja Kabupaten Tasikmalaya Sjafrudin Korompot mengungkapkan, nantinya akan ada seleksi terlebih dahulu sebelum para pendaftar diberangkatkan ke Sulawesi dan Kalimantan.

“Ada beberapa yang harus dilaksanakan sebelum mereka berangkat. Di antaranya mengikuti seleksi terlebih dahulu, seperti aspek umum, administrasi, kursus, usia, dan kompetensi,” ujar dia. (obi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: