Tantri Kotak Komentari Sosok yang Mendadak Viral dan Cepat Tenggelam Tapi Minim Karya

Tantri Kotak Komentari Sosok yang Mendadak Viral dan Cepat  Tenggelam Tapi Minim Karya

Radartasik.com — Vokalis Band Kotak, Tantri Syalindri Ichlasari mengungkapkan pandangannya tentang mudahnya orang terkenal hanya karena viral di media sosial dan karyanya tidak bertahan lama.

Tantri menjelaskan proses karir seseorang hingga akhirnya tersorot kamera dan lampu terang di satu panggung besar sejatinya cukup panjang. “Walaupun saat ini prosesnya bisa saja lebih cepat. Karena sorot lampu kamar dan layar HP bisa membuat seseorang menjadi viral, tapi karyanya hanya dinikmati sebentar,” ungkapnya lewat tulisannya di Instagram, Sabtu (27/11/2021).

Pun diakuinya, tidak menutup kemungkinan seseorang bisa terkenal melalui proses cepat dan karirnya bertahan lama. 

“Bisa memiliki karir yang panjang karena dia cukup cerdas memanfaatkan moment. Proses panjang itu yang membuat mental seseorang siap untuk menerima hantaman kesulitan untuk bisa tetap eksis hingga saat ini,” jelasnya.

Tantri menyentil kemunculan sosok-sosok baru yang tidak jelas karyanya namun bisa langsung viral dan keluar masuk TV.

“Banyak sekali sosok baru bermunculan yang bahkan saya pun enggak ngeh itu siapa. Karena begitu cepatnya perputaran berita viral setiap hari. Viral di wawancara di berbagai media tapi hilang begitu saja ketika ada berita baru yang muncul lebih besar,” ungkapnya.

“Dan akhirnya berlomba untuk mencari “viral”nya kembali,” sambungnya.

Kecewanya Tantri, mereka-mereka yang terkenal dan viralnya karyanya tak sebanding dengan orang-orang yang bekerja keras menciptakan satu karya.

“Padahal belum tentu karyanya sebaik orang yang mempersiapkan produksi sesuatu dengan serius, begadang masuk studio. Bolak balik take vocal sampe habis suara, cari ide untuk bikin lirik, mengemas musik hingga terdengar dinamis dan berusaha menyampaikan isi karyanya dengan sangat baik,” tuturnya.

Tantri mencontohkan banyak kasus ketika Kotak membuat sebuah karya yang serius dan produksi yang cukup memuaskan, malah tenggelam di antara berita kontoversi yang lebih menarik.

“Bahkan sampai ada statement “Kotak udah enggak produktif”. Padahal woy, album terakhir 2020. Tapi kita memaklumi itu, bahwa musik bukan satu-satunya jalan untuk bisa “terdengar” kembali,” tegasnya.

“Jadi kalau menurut teman-teman lebih baik viral karena karya/prestasi atau viral karena ambisi membuat sensasi?,” pungkasnya. (nin/pojoksatu)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: