Keamanan Wisata Alam Disoal, Pokdarwis Mengakui Banyak Objek Wisata Belum Terverifikasi

Keamanan Wisata Alam Disoal, Pokdarwis Mengakui Banyak Objek Wisata Belum Terverifikasi

radartasik.com, CIAMIS — Komisi B DPRD Kabupaten Ciamis menyayangkan banyaknya kejadian di objek wisata alam, bahkan sampai memakan korban jiwa. Persoalan itu harus dievaluasi supaya ke depannya tidak lagi ada kasus serupa terjadi.


Anggota Komisi B DPRD Ciamis Imam Dana Kurnia mengatakan, pihaknya prihatin dengan terjadinya tragedi di beberapa tempat wisata yang memakan korban. Biak di Curug Panganten Sadananya dan Curug Wadas Kecamatan Pamarican, bahkan menelan korban jiwa sampai dua orang pelajar di wisata air tersebut.

“Tentunya saya pribadi dan lembaga sangat prihatin dengan adanya musibah pengunjung tempat wisata yang meninggal dunia,” ujarnya, menjelaskan.

Menurut dia, ketika persoalan ini sudah beberapa kali terjadi harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Salah satunya dinas terkait terjun ke lokasi untuk memantau kesiapan dan keamanan dari objek wisata alam tersebut. “Apalagi sekarang sudah masuk musim penghujan, kewaspadaan pengunjung dan pengelola harus semakin ditingkatkan,” ujarnya, menjelaskan.

Kata dia, sejauh ini di Ciamis sedang banyak objek wisata air atau alam, karena tren seperti itu yang banyak diminati. Namun, harus disiapkan juga standar operasional prosedurnya, sehingga tetap terjaga keamanannya.

“Ini persoalannya lebih kepada persiapan dan kewaspadaannya saja, karena menyangkut keselamatan orang,” ujar dia, menambahkan.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Ciamis Eko Andrianto menambahkan, memang dari kedua kejadian itu, objek wisata belum menerapkan SOP. Pasalnya wisata itu belum dibuka dan tidak berizin.

“Makanya ada sekitar belasan objek wisata alam, seperti curug yang belum terdaftar di Pokdarwis Ciamis, seperti  Curug Wadas, Dam Cigintung dan Curug Panganten itu belum dibuka secara resmi,” paparnya.

“Jadi ada sektiar belasan objek wisata yang ada di desa-desa di Kabupaten Ciamis belum terdaftar dan terkonfirmasi serta terverifikasi di Pokdarwis. Kalau wisata alam pegunungan itu sudah aman dan SOP karena dikelola bersama Perhutani,” ujar dia.

Tetapi, kata dia, wisata air seperti curug banyak yang belum SOP karena tidak ada pelengkapan tanda bencana, baik seperti tali, pelampung, hlem, sehingga jauh dari kata aman.Maka dari itu, pihaknya mengimbau pemerintah desa yang membuka objek wisata alam bisa memberikan laporan ke Pokdarwis untuk dilakukan verifikasi.

“Karena ada beberapa persyaratan yang harus dilengkapi agar layak operasi lengkapi standar kemananya semua. Kami himbau hal itu agar tidak ada lagi korban yang berjatuhan,” tuntasnya. (isr)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: