Langit, Kompas, dan Sebuah Ijtihad

Langit, Kompas, dan Sebuah Ijtihad

Makam KH Ahmad Dahlan di Karangkajen Yogjakarta. istimewa for radartasik.com--

BACA JUGA:Cara Cek Utang dan Skor Kredit Lewat SLIK OJK 2025 Paling Mudah, Cepat dan Gratis Tanpa ke Bank

Sebagian masyarakat marah.

Ada yang menuduh beliau mengubah ajaran para wali, ada yang meninggalkan masjid.

Bahkan ada yang menganggap beliau telah kafir sehingga surau tempat beliau menularkan ilmunya kepada para santrinya dibongkar dan dibakar.

Namun KH. Ahmad Dahlan tidak surut. Dengan tenang, beliau berkata, Kalau sudah tahu mana yang benar, mengapa masih mengikuti yang salah?

BACA JUGA:Segera Dibuka! Program Pemagangan Nasional Batch 2, Target 80 Ribu Peserta, Simak Jadwal Selengkapnya

Itulah ijtihad besar pertama yang menandai lahirnya semangat pembaruan Islam di Nusantara dan dari sinilah, benih ilmu falak modern mulai tumbuh di bumi Indonesia.

Ilmu Falak: Jalan Bertemunya Ilmu dan Iman

Bagi KH. Ahmad Dahlan, ilmu falak bukan sekadar hitung-hitungan benda langit.

Ia adalah cara manusia memahami ketepatan ciptaan Allah.

BACA JUGA:Jadwal Persib Bandung di AFC Champions League Two, Sisa 3 Laga Penentu, Mampukah Maung Bandung Melaju?

Bagaimana matahari, bulan, dan bumi tunduk pada hukum yang tak pernah berubah.

Ilmu falak adalah sains yang bersujud.

Di balik setiap rumus, ada kesadaran spiritual bahwa alam semesta beredar sesuai kehendak Tuhan.

Beliau sering menegaskan kepada murid-muridnya, Agama dan ilmu tidak boleh dipisahkan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: