Damaskus, Jejak Program Pangan Bergizi di Tasikmalaya yang Mendahului MBG

Damaskus, Jejak Program Pangan Bergizi di Tasikmalaya yang Mendahului MBG

Ketua Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, Sumarto, memperlihatkan satu berkas menu Damaskus. ayu sabrina / radar tasikmalaya--

BACA JUGA:Cek Perbedaan KUR Mandiri 2025 Super Mikro, Mikro, Kecil, PMI dan Khusus, Berikut Syarat Pengajuannya

Pelajaran untuk Masa Depan

Bagi Sumarto, baik Damaskus maupun MBG sama-sama penting. 

Namun, ia menekankan bahwa intervensi langsung pada balita stunting belum tentu paling efektif.

“Yang paling tepat itu pencegahan. Remaja putri, misalnya, harus diberi asupan bergizi tinggi terutama zat besi. Kalau MBG diarahkan ke sana, akan lebih tepat sasaran,” ucapnya.

BACA JUGA:Simulasi Cicilan KUR Mandiri 2025 Plafon Pinjaman Mulai Rp 10 Juta, Lengkap Syarat Pengajuan, Tanpa Jaminan

Jejak Damaskus menjadi pengingat bahwa program pangan bergizi bukan sekadar membagikan makanan. 

Lebih dari itu, ia butuh perencanaan komprehensif, edukasi berkelanjutan, serta keberlanjutan lintas kepemimpinan.

Tasikmalaya pernah membuktikan, lewat Damaskus, bahwa kunci melawan stunting ada pada detail dan konsistensi. 

Kini, saat MBG berjalan, warisan itu bisa menjadi referensi berharga agar program pangan bergizi benar-benar memberi dampak jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait