Disentil DPRD Soal Pola Komunikasi, Wali Kota Tasikmalaya Angkat Bicara: Mohon Pengertiannya kepada Semua
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan saat diwawancara wartawan. rezza rizaldi / radartasik.com--
TASIKMALAYA, RADARTASIK.COM – Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, buka suara terkait sentilan soal buruknya pola komunikasi dari Sekretaris Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, Angga Yogaswara, yang dilontarkan saat Rapat Paripurna, Jumat 13 Juni 2025 lalu.
Ditemui usai menghadiri pameran dan bazar di PAUD IT Ihya Asunnah, Sabtu 14 Juni 2025, Viman menegaskan dirinya tidak menutup pintu komunikasi.
Namun, ia mengakui adanya keterbatasan waktu dan beban kerja sebagai kepala daerah.
“Memang saya bukan tidak membuka komunikasi, tapi saya juga ada keterbatasan. Karena saya pun harus memikirkan hal-hal lainnya sesuai tufoksi sebagai Wali Kota,” ujar Viman kepada radartasik.com.
"Untuk opsi, kalau saya tidak bisa bertemu, ya didelegasikan ke Wakil Wali Kota atau ke Sekda. Tapi ketika saya bisa, Insya Allah saya akan berkomunikasi langsung. Mohon pengertiannya kepada semua," sambungnya menambahkan.
Pernyataan ini menjadi jawaban atas kritik pedas yang dilontarkan Angga Yogaswara, politisi muda dari Fraksi PKB.
Dalam interupsinya saat sidang Paripurna Pandangan Umum Fraksi terhadap Raperda RPJMD, Angga menyebut pola komunikasi Wali Kota sangat buruk.
“Saya interupsi soal komunikasi Pak Wali yang buruk,” ucap Angga usai rapat paripurna tersebut.
BACA JUGA:Forum DPK KNPI Kabupaten Tasikmalaya Dorong Aris Romdoni Jadi Kandidat Kuat Ketua KNPI di Musda 2025
Menurut Angga, kritik itu tidak mengada-ada. Ia menyebutkan bahwa buruknya komunikasi tercermin dari maraknya aksi demonstrasi dari berbagai elemen masyarakat yang merasa tidak digubris saat meminta audiensi dengan Wali Kota.
“Beberapa organisasi masyarakat dan aktivis meminta audiensi, tapi Pak Wali seolah tidak menanggapi. Entah karena sibuk atau tidak ada keinginan untuk menanggapinya,” jelasnya.
Angga juga menegaskan bahwa ketidakhadiran Wali Kota dalam merespons permintaan audiensi malah menjadikan DPRD sebagai penerima bola panas.
“Ketika tidak diterima di Bale Kota, mereka ke DPRD. Kami di komisi menerima aspirasi, tapi ketika ingin menyampaikannya langsung, Pak Wali seperti belum punya waktu,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: