Butuh Rp 1,7 Miliar untuk Porprov

Butuh Rp 1,7 Miliar untuk Porprov

BANJAR, RADSIK – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Banjar mengusulkan anggaran untuk kebutuhan Pekan Olahraga Daerah (Porda) atau Porprov XIV Jawa Barat sebesar Rp 1,7 miliar ke Pemkot Banjar. Anggaran itu meliputi kebutuhan untuk seragam kontingen, penginapan kontingen, uang makan, suplemen atlet, uang saku, kendaraan, BBM berangkat dan pulang, BBM selama pertandingan, perlengkapan pertandingan, termasuk kebutuhan sebagai tuan rumah sepak bola putri dan grasstrack dan operasional KONI.

“Yang diusulkan terkait kebutuhan untuk kontingen Kota Banjar dalam mengahadapi Porprov XIV di tujuh kota dan kabupaten. Tadi sudah kita sampaikan kebutuhan anggaran untuk Porprov dalam ekspose dengan Komisi III dan TAPD serta Dinas Pemuda Olahraga Kota Banjar,” kata Ketua KONI Kota Banjar Soedrajat Argadireja usai ekspose anggaran di DPRD Kota Banjar, Jumat (15/7/2022).

Ia mengatakan, besaran anggaran yang diusulkan tersebut realistis dan objektif sesuai kebutuhan kontingan yang terdiri dari 130 atlet dan 45 official, termasuk untuk pemenuhan kebutuhan anggaran tuan rumah sepak bola putri dan grasstrack. “Itu riil yang dibutuhkan untuk 175 orang yang tergabung dalam kontingen. Tanggapan dari Ketua TAPD tadi cukup baik, Komisi III juga mendukung. Mudah-mudah kebutuhan anggaran ini bisa dipenuhi dalam Anggaran Perubahan tahun ini untuk kelancaran semua atlet dan official dalam mengikuti Porprov Jawa Barat ini,” kata Soedrajat.

Sementara itu, dalam ajang olahraga se-Jawa Barat nanti, pihaknya menargetkan tiga perolehan medali emas dari 16 cabor yang akan diikuti oleh para atlet dari Kota Banjar. “Kami menargetkan tiga medali emas. Yang kita unggulkan dan memiliki potensi untuk meraih medali emas ini yakni cabor grasstrack dan gulat,” katannya.

Ketua TAPD Kota Banjar Ade Setiana mengatakan, hasil ekspose anggaran akan dilanjutkan dengan pembahasan teknis antara TAPD dengan KONI, sehingga jika ada hal-hal yang tidak bisa dianggarkan karena keterbatasan kemampuan APBD Perubahan bisa dicarikan solusinya. “Usulannya di perubahan karena tidak ada mekanisme lain, tidak bisa di APBD murni tahun 2023 karena pelaksanaan Porprov-nya pada November tahun ini. Mampu tidaknya anggaran APBD Perubahan nanti akan kita bahas dalam rapat teknis karena kita juga belum tahu berapa silpa yang ada di perubahan nanti,” kata Ade Setiana.

Ia juga menyarakan untuk mencari donatur ketika anggaran tidak bisa dipenuhi 100 persen dari APBD Perubahan. Sebab anggaran silpa juga untuk memenuhi kebutuhan anggaran yang lain-lainnya. 

Ia juga optimis apabila semua pihak bersinergi pasti kebutuhan anggaran ini terpenuhi walaupun APBD terbatas. Termasuk mencari para donatur dan sukarelawan yang bisa mambantu mensupport anggaran untuk kebutuhuan Porprov. “Saya minta waktu untuk pembahasan lagi soal kebutuhan ini. Saya optimis lewat atlet untuk menyentuh kepedulian dermawan, perbankan, pribadi pejabat juga. Semua bisa menyumbang. Karena ini merupakan tanggung jawab bersama. Ini semangat keterbukaan, semangat mencari solusi dari KONI ini,” katanya.

Ketua Komisi III DPRD Kota Banjar Cecep Dani Sufyan mendukung usulan anggaran Porprov yang disampaikan KONI kepada Pemkot Banjar. Ia juga menyarankan ketika anggaran dari APBD Perubahan tidak memenuhi kebutuhan, maka peluang penganggaran dari pihak ketiga harus digali. “Kita akan kawal usulan anggaran ini di perubahan. Karena kita juga tidak ingin membuat para atlet kecewa dengan alasan minim anggaran,” kata Cecep. (cep)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: