Bahkan, agenda rapat pimpinan di Jakarta dibatalkan agar kunjungan ke Alor dapat segera dilakukan.
“Saya terima dengan senang hati karena teriakannya membawa aspirasi rakyat. Saya bangga dengan Andriano. Ini putra terbaik NTT. Mereka membaca denyut nadi masyarakat, apa yang menjadi keinginan masyarakat, bukan kepentingan pribadi,” ungkapnya.
“Insyaallah kami langsung turun. Kami batalkan acara rapat pimpinan di Jakarta. Dari Jawa Tengah kami langsung ke Alor. Kami sudah lihat, dan semua permintaan yang berada dalam kewenangan pertanian kami penuhi,” lanjut Mentan Amran.
Pemerintah tidak hanya menargetkan persoalan harga beras, tetapi juga ingin memperkuat produksi pangan di Alor.
Kementerian Pertanian menyiapkan bantuan benih padi untuk pengembangan lahan hingga 3.000 hektare.
Pengembangan jagung dengan luas yang sama juga disiapkan untuk memperkuat produksi pangan daerah.
“Yang sekarang, beras sudah masuk. Yang kedua benih padi. Tadi minta, kami kasih untuk 3.000 hektare. Kemudian jagung juga 3.000 hektare,” ujarnya.
Dukungan tersebut akan dilengkapi alat dan mesin pertanian serta pompa bagi wilayah yang memiliki sumber air.
Amran menilai padi dan jagung dapat menjadi pilihan untuk memperkuat ketahanan pangan lokal karena masa panennya relatif cepat.