Mentan Amran Minta Harga Beras Stabil, Bulog Diminta Jaga Stok

Senin 10-08-2026,13:20 WIB
Reporter : Denden Rusyadi
Editor : Denden Rusyadi

RADARTASIK.COM - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta harga beras di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, tidak lagi jauh lebih mahal dibandingkan wilayah lain di Indonesia.

Permintaan tersebut disampaikan setelah Mentan mengecek langsung kondisi beras di Alor, sebagaimana dilansir dari laman Infopublik.id, Sabtu (8/8/2026).

Amran meminta Bulog dan pemerintah daerah memastikan pasokan beras tetap tersedia agar persoalan distribusi tidak kembali memicu kenaikan harga.

Menurutnya, harga beras harus mengikuti ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan dapat dijangkau masyarakat di wilayah kepulauan.

“Hari ini beras harus harganya seperti Jakarta. Kami cek, kemarin katanya harga sampai Rp25 ribu, Rp30 ribu, Rp15 ribu. Sekarang beras sudah ada di gudang, stok baik. Tidak boleh lagi ada cerita harga Rp25 ribu, Rp17 ribu,” tegas Mentan Amran.

BACA JUGA:Pesan KDM Untuk Insan Akademik: Bahasa Langit Harus Dijelaskan Dalam Bahasa Bumi

Ia meminta gudang Bulog terus dipenuhi untuk menghindari kekosongan stok ketika kebutuhan masyarakat meningkat.

“Gudang kami minta dipenuhi. Jangan sampai nanti ada kekosongan stok saat masyarakat membutuhkan beras. Harganya harus sama dengan di Jakarta,” ujarnya.

Amran mengatakan pemerintah memiliki cadangan beras yang cukup untuk melakukan intervensi ketika harga mulai meningkat.

Beras yang tersedia juga diminta segera disalurkan melalui pasar murah apabila masyarakat membutuhkan.

“Stok tertinggi selama Republik ini berdiri adalah pada zaman Pak Prabowo. Sekarang aman. Kalau ada yang membutuhkan beras, keluarkan ke pasar. Lakukan pasar murah di mana dibutuhkan,” katanya.

BACA JUGA:Dedi Mulyadi Minta LPM Perkuat Ekonomi Desa, Soroti Judi Online hingga TPPO

Dari Keluhan Mahasiswa hingga Intervensi Pertanian

Kunjungan Amran ke Alor berawal dari keluhan mahasiswa asal daerah tersebut, Adriano Padama, mengenai tingginya harga beras akibat kendala distribusi.

Keluhan itu disampaikan Adriano saat Amran memberikan kuliah umum di Universitas Diponegoro, Jawa Tengah.

Amran kemudian memutuskan melihat langsung kondisi yang terjadi di lapangan.

Kategori :